Dari Tata Kelola hingga Target Naik Kelas, Ini Arahan Bupati Sigi untuk RSUD Tora Belo

FOTO : (Kiri), Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae tertangkap kamera saat berbincang dengan Direktur RSUD Torabelo Sigi, dr. Diah Ratnaningsih beberapa waktu lalu. (Dok/SM)

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi dalam memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan kembali ditegaskan menyusul capaian prestasi RSUD Tora Belo yang meraih Quantum Claim Speed Award dari PT. Jasa Raharja baru-baru ini. Penghargaan tersebut diberikan atas kecepatan dan keakuratan pelayanan klaim kesehatan bagi masyarakat.

Menanggapi capaian itu, Mohammad Rizal Intjenae menegaskan bahwa penghargaan bukan sekedar simbol prestasi, melainkan indikator penerapan prinsip good governance dan clean government yang harus dijaga secara konsisten oleh seluruh jajaran manajemen rumah sakit.

"Penghargaan ini menjadi harapan kami bahwa pelayanan kesehatan benar-benar hadir sebagai kebutuhan dan sandaran masyarakat. Saya minta manajemen rumah sakit tidak berhenti di sini, tetapi menjadikannya pemicu untuk terus berbenah," ujar Bupati Rizal usai kunjungan kerja dan rapat di Kecamatan Dolo Barat, 

Jumat (13/2/2026) kemarin.

Menjawab pertanyaan jurnalis terkait instruksi langsung kepala daerah dalam menjaga tata kelola rumah sakit, Bupati menegaskan bahwa kecepatan layanan harus dibarengi integritas. Menurutnya, transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan tanpa diskriminasi adalah fondasi utama rumah sakit daerah.

"Saya berterima kasih kepada seluruh manajemen RSUD Tora Belo. Ini bukti bahwa pelayanan cepat dan tepat bisa diwujudkan jika dikelola dengan baik. Tapi pesan saya jelas, jangan berpuas diri. Tingkatkan terus kualitas layanan dari UGD sampai ruang perawatan," tegasnya.

Terkait dukungan strategis pemerintah daerah terhadap pengadaan alat kesehatan, Bupati Rizal membenarkan bahwa RSUD Tora Belo tahun ini akan menerima sejumlah peralatan medis penting, seperti Cathlab jantung, alat cytotoxic untuk peracikan obat kanker, serta CT-Scan. Ia menyebut, salah satu dukungan konkret Pemkab Sigi adalah kebijakan penganggaran untuk penambahan daya listrik agar seluruh alat dapat beroperasi optimal.

"Alat tidak boleh hanya datang lalu disimpan. Saya arahkan agar semua fasilitas pendukung, termasuk listrik dan kesiapan SDM, benar-benar dipastikan. Tujuannya satu, alat itu langsung bisa digunakan untuk melayani masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai standar layanan yang ditetapkan agar rumah sakit daerah tidak terlena oleh capaian, Bupati Rizal menyampaikan arahannya secara lugas namun tegas.

"Standar kita sederhana tapi wajib dijalankan, edukasi pasien harus jalan, pelayanan harus prima, dan rumah sakit harus bersih serta nyaman. Kamar, kamar mandi, hingga lingkungan sekitar rumah sakit harus terawat. Itu bagian dari proses penyembuhan," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa standar tersebut berlaku tidak hanya bagi RSUD Tora Belo, tetapi juga RSUD Pratama Kauria, agar seluruh fasilitas kesehatan milik daerah memiliki mutu layanan yang setara dan berorientasi pada kemanusiaan.

Menjawab pertanyaan terkait target jangka menengah, Bupati Rizal tidak menutup kemungkinan adanya peningkatan klasifikasi rumah sakit daerah. Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Sigi mendorong RSUD untuk terus meningkatkan mutu layanan, sarana prasarana, serta kompetensi SDM sebagai prasyarat menuju rumah sakit rujukan dengan klasifikasi lebih tinggi.

"Kalau pelayanan sudah baik, fasilitas lengkap, dan masyarakat merasakan manfaatnya, tentu peningkatan kelas rumah sakit menjadi target yang realistis. Tapi semuanya harus bertahap dan terukur". pungkasnya.

Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sigi berharap rumah sakit daerah tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga hadir sebagai ruang pelayanan kesehatan yang bersih, ramah, dan memberi harapan bagi setiap pasien. (***)


Comment As:

Comment (0)