Dari Palu ke Asia Tenggara, Wahyu Hidayat Buktikan Riset Stunting Berbasis Lokal Bisa Mendunia

PALU, SARARAMEDIA.ID - Konsistensi riset berbasis masalah sosial kembali ditunjukkan Wahyu Hidayat, mahasiswa Kimia Universitas Tadulako (Untad) sekaligus awardee Etos ID Palu. Menjelang akhir masa studinya, Wahyu mencatatkan capaian signifikan melalui riset penurunan stunting yang berhasil memperoleh pendanaan puluhan juta rupiah serta mengantarkannya meraih prestasi hingga tingkat Internasional.

Capaian tersebut dipaparkan Wahyu dalam agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Etos ID, yang digelar di Palu, Jumat (31/1/2026). Dalam forum itu, Wahyu mempresentasikan hasil riset sekaligus perjalanan akademik dan kepemimpinannya selama menjadi penerima beasiswa Etos ID.

Melalui ajang INNOVILLAGE, Wahyu sukses meraih Juara 1 kategori Keberlanjutan Penurunan Stunting. Ia mengembangkan inovasi bertajuk Optimasi Penurunan Stunting melalui Pembuatan Susu Analog Berprotein Tinggi dari Ikan Penja dan Daun Kelor Berbasis Platform Digital Kontrol Masyarakat. Inovasi tersebut mengombinasikan pemanfaatan bahan pangan lokal bernilai gizi tinggi dengan pendekatan teknologi digital yang memungkinkan keterlibatan dan pengawasan masyarakat.

Atas prestasi itu, Wahyu memperoleh pendanaan sebesar Rp.45 juta yang digunakan untuk melanjutkan riset sekaligus mengimplementasikan solusi tersebut secara langsung di masyarakat. Menurutnya, pendekatan berbasis lokal menjadi kunci agar upaya penurunan stunting dapat berkelanjutan dan mudah diterapkan di daerah.

Tak hanya menonjol dalam bidang riset, Wahyu juga aktif membangun kapasitas kepemimpinan. Ia tercatat sebagai Ketua Umum ELSAM FMIPA Universitas Tadulako serta Koordinator Badan Pengelola Pengkaderan (BPP). Dalam peran tersebut, Wahyu merancang grand design pengkaderan dan memantau dampak sosial kader melalui berbagai program pengabdian.

Prestasi Wahyu berlanjut ke tingkat internasional. Pada ajang International Youth Connection (IYC) Batch 3 yang berlangsung di Malaysia dan Singapura, ia meraih penghargaan “1st Best Presentation”. Presentasi risetnya dinilai mampu menghadirkan solusi aplikatif terhadap isu kesehatan global, khususnya stunting, sekaligus memperkenalkan potensi riset Indonesia di hadapan akademisi dan peneliti lintas negara.

Dalam sesi Achievement Report, Wahyu membagikan prinsip hidup yang menjadi pijakan perjalanannya.

"Tumbuh bukan sekadar tentang merancang tujuan, tetapi tentang keberanian melakukan perubahan. Cobalah segalanya, hadapi tantangan, dan berani melangkah. Try everything!," ujarnya.

Sebagai awardee Etos ID, Wahyu menilai program tersebut tidak hanya mendorong capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial.

"Etos ID mengajarkan saya untuk tidak berhenti pada prestasi pribadi, tetapi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.

Dengan rekam jejak riset, kepemimpinan, dan prestasi internasional yang diraih, Wahyu Hidayat menjadi representasi generasi muda Sulawesi Tengah yang mampu menjawab persoalan daerah dengan solusi ilmiah dan berdaya saing global. Berbekal semangat Try everything!, ia berkomitmen terus melangkah, mengembangkan inovasi, dan berkontribusi bagi Indonesia di kancah dunia. (***)


Comment As:

Comment (0)