Anwar Hafid Turun ke Trans Mayayap, Perusahaan Diminta Pulihkan Sawah Warga

BANGGAI, SARARAMEDIA.ID – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meminta perusahaan tambang bertanggung jawab memulihkan lahan persawahan warga Desa Trans Mayayap, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, yang tidak lagi produktif akibat aktivitas pertambangan.
Permintaan itu disampaikan Anwar saat meninjau langsung kawasan persawahan tersebut, Rabu, (4/11/2026) waktu setempat.

Berdasarkan hasil kajian dan dokumen yang dihimpun, lebih dari 492 hektare sawah dilaporkan kehilangan produktivitas sejak kegiatan pertambangan mulai beroperasi sekitar tujuh tahun lalu.

Di hadapan masyarakat dan perwakilan perusahaan, Anwar menegaskan bahwa aktivitas investasi tidak boleh mengabaikan dampak yang ditanggung warga.

“Rakyat harus hidup, perusahaan juga boleh hidup. Tetapi perusahaan harus bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.

Ia meminta perusahaan segera melakukan revitalisasi lahan sekaligus memberikan kompensasi kepada petani yang terdampak. Menurut Anwar, lahan persawahan tersebut merupakan bagian dari kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang keberadaannya harus dilindungi.

Karena itu, persoalan ini tidak hanya menyangkut kerusakan lahan, tetapi juga masa depan petani dan ketahanan pangan daerah.

Untuk mempercepat pemulihan, Anwar meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, dan pihak perusahaan segera merumuskan langkah penanganan. Kesepakatan tersebut harus memuat pekerjaan teknis serta target waktu penyelesaian yang jelas.

Ia juga meminta perusahaan segera mengerahkan alat berat untuk memulai perbaikan lahan yang terdampak.
Anwar menegaskan, investasi harus berjalan tanpa mengorbankan hak masyarakat. Ia ingin sawah yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga Trans Mayayap kembali dapat ditanami dan menghasilkan panen.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemulihan tersebut, Anwar bahkan berjanji akan kembali ke Trans Mayayap dan melakukan penanaman padi pertama setelah lahan dinyatakan pulih.

“Kalau sawah ini sudah aktif kembali, saya sendiri yang akan datang menanam pertama”. ujarnya.

Dalam peninjauan itu turut hadir Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah, Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, Asisten II Kabupaten Banggai, perwakilan PT Integra Mining Nusantara, sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta para pemangku kepentingan lainnya. (*)