Ilyas Nawawi Serahkan PIP Aspirasi Nilam Sari Lawira, 1.258 Siswa di Sigi Biromaru

FOTO: Ketua DPD NasDem Kabupaten Sigi sekaligus Anggota DPRD Sigi, Ilyas Nawawi (tengah), saat menyerahkan secara simbolis beasiswa PIP aspirasi Nilam Sari Lawira kepada guru penerima manfaat. (Dok./IST)

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Komitmen memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu terus diperkuat melalui berbagai program pemerintah. Salah satunya diwujudkan melalui penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang bersumber dari aspirasi Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Anggota DPRD Kabupaten Sigi sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sigi, Ilyas Nawawi, kepada para siswa penerima manfaat di SD Islam Modern Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan penyaluran turut dihadiri Koordinator Pendataan PIP Kabupaten Sigi Muhammad Yunus Faruq, kepala sekolah, dewan guru, orang tua siswa, serta para pelajar penerima bantuan.

Dalam kesempatan tersebut, Ilyas Nawawi menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia dan menjadi investasi jangka panjang yang menentukan masa depan daerah.

Menurutnya, keberadaan Nilam Sari Lawira di Komisi X DPR RI, yang membidangi urusan pendidikan, kebudayaan, riset, olahraga, dan kepemudaan, memberikan peluang besar bagi masyarakat Sulawesi Tengah untuk memperoleh dukungan program pendidikan dari pemerintah pusat.

"Ibu Nilam memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Melalui tugas dan kewenangannya di Komisi X DPR RI, beliau terus memperjuangkan berbagai bantuan pendidikan, termasuk Program Indonesia Pintar, agar semakin banyak anak-anak yang memperoleh kesempatan belajar dengan layak," ujar Ilyas di hadapan para penerima manfaat.

Ia menjelaskan, perhatian tersebut berangkat dari kondisi sosial masyarakat yang masih menghadapi tantangan ekonomi, sehingga diperlukan dukungan negara untuk memastikan anak-anak tetap dapat mengakses pendidikan tanpa hambatan biaya.

Lebih lanjut, Ilyas menilai Program Indonesia Pintar tidak sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan setiap warga negara sebagaimana amanat konstitusi.

Karena itu, ia mengajak para orang tua dan siswa untuk memanfaatkan bantuan tersebut sesuai peruntukannya, seperti pembelian seragam sekolah, perlengkapan belajar, alat tulis, maupun kebutuhan pendidikan lainnya.

"Bantuan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Gunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak sehingga mereka dapat belajar dengan lebih baik dan terus berprestasi," katanya.

Dalam forum tersebut, Ilyas juga menekankan pentingnya akurasi data penerima manfaat. Ia meminta pihak sekolah bersama para guru aktif melakukan verifikasi dan pembaruan data agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh siswa yang memenuhi kriteria.

Selain itu, ia memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya peran lembaga legislatif dalam proses lahirnya berbagai program pembangunan, termasuk bantuan pendidikan dan beasiswa.

Menurutnya, seluruh program pemerintah yang dirasakan masyarakat merupakan hasil sinergi antara pemerintah dan DPR melalui fungsi legislasi, penganggaran, serta pengawasan yang dijalankan secara berkelanjutan.

"Program-program yang hadir untuk masyarakat tidak muncul begitu saja. Semua melalui proses perencanaan dan pembahasan bersama antara pemerintah dan DPR demi memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh rakyat," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ilyas turut memaparkan kondisi fiskal daerah yang masih menghadapi keterbatasan. Dengan APBD Kabupaten Sigi sekitar Rp.1,1 triliun, sebagian besar anggaran masih terserap untuk belanja pegawai, sementara sisanya harus dialokasikan untuk mendukung berbagai program pembangunan di 176 desa.

Karena itu, ia mengapresiasi konsistensi Nilam Sari Lawira yang terus memperjuangkan berbagai program pendidikan dari pemerintah pusat untuk membantu masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Sigi.

Menurutnya, investasi terbesar sebuah daerah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan kualitas manusianya melalui pendidikan yang memadai.

"Pendidikan adalah modal utama dalam membangun masa depan. Infrastruktur bisa diperbaiki seiring waktu, tetapi kualitas generasi harus dipersiapkan sejak dini agar daerah ini memiliki sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing," tegasnya.

Menutup sambutannya, Ilyas mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua hingga lingkungan sekitar, untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Sementara itu, Koordinator Pendataan PIP Kabupaten Sigi, Muhammad Yunus Faruq, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juli 2026, penyaluran bantuan PIP aspirasi Nilam Sari Lawira di wilayah Kecamatan Sigi Biromaru telah menjangkau 1.258 siswa yang tersebar di delapan satuan pendidikan.

Adapun rinciannya yakni SD Islam Modern Jono Oge sebanyak 79 siswa, SD Inpres Kalukubula 300 siswa, SD Negeri 1 Kalukubula 156 siswa, SD Negeri 4 Kalukubula 202 siswa, SMP Negeri 1 Sigi 87 siswa, SMP Negeri 8 Sigi 182 siswa, SMP Negeri 9 Sigi 70 siswa, serta SMA Negeri 9 Sigi sebanyak 182 siswa.

Muhammad Yunus berharap program tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan motivasi belajar para siswa agar terus mengejar prestasi akademik maupun nonakademik.

"Harapan kami, bantuan ini mampu menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus bersekolah dan meraih cita-cita mereka. Program Indonesia Pintar merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya mencegah angka putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi," ujarnya.

Melalui penyaluran PIP tersebut, pemerintah bersama wakil rakyat diharapkan terus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa, khususnya di Kabupaten Sigi. (***)


Comment As:

Comment (0)