AAC Tak Berafiliasi Politik, Fokus Kemanusiaan

PALU, SARARAMEDIA.ID - Di tengah beredarnya berbagai spekulasi mengenai keberadaan Ahmad Ali Center (AAC), tokoh Nasional asal Sulawesi Tengah, Ahmad Ali, akhirnya memberikan penegasan secara terbuka terkait arah dan tujuan organisasi tersebut. Dalam momentum deklarasi kembali AAC yang digelar di Kota Palu, Jumat (17/7/2026) siang, ia memastikan bahwa AAC hadir sebagai wadah pengabdian sosial dan kemanusiaan, bukan organisasi politik maupun perpanjangan tangan partai tertentu.

Penegasan itu disampaikan Ahmad Ali di hadapan pengurus dan relawan AAC sebagai respons atas berkembangnya berbagai opini yang mengaitkan keberadaan organisasi tersebut dengan dinamika politik praktis di Sulawesi Tengah. Menurutnya, narasi yang menyebut AAC dibentuk untuk kepentingan politik atau untuk melemahkan kekuatan partai lain tidak memiliki dasar yang benar.

Dalam keterangannya, Ahmad Ali menjelaskan bahwa transformasi AAC menjadi lembaga berbasis sosial merupakan bagian dari komitmennya untuk memperluas manfaat organisasi kepada masyarakat. Jika sebelumnya AAC dikenal memiliki keterkaitan dengan aktivitas politik, kini organisasi tersebut diarahkan menjadi yayasan kemanusiaan yang bergerak secara independen dan profesional.

"Saya ingin menegaskan bahwa Ahmad Ali Center tidak dibangun untuk kepentingan politik praktis. AAC hadir sebagai wadah perjuangan kemanusiaan yang akan bekerja untuk masyarakat Sulawesi Tengah tanpa membedakan latar belakang politik, suku, maupun golongan," ujar Ahmad Ali.

Dalam pemaparannya, Ahmad Ali mengungkapkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus kerja AAC ke depan. Salah satunya adalah program beasiswa pendidikan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program tersebut tidak hanya menyasar pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga membuka peluang dukungan bagi generasi muda yang ingin melanjutkan studi hingga jenjang magister atau S2.

Selain sektor pendidikan, AAC juga akan menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan secara berkala di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung setiap tiga bulan sebagai bentuk kehadiran nyata organisasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

AAC juga akan melakukan pendataan dan inventarisasi kelompok rentan, termasuk masyarakat kurang mampu, penyandang disabilitas, serta kelompok lain yang membutuhkan perhatian khusus. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang nyata bagi penerima manfaat.

Meski saat ini menjabat sebagai Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali menegaskan bahwa posisinya di partai tidak akan memengaruhi independensi AAC. Ia memastikan organisasi yang dipimpinnya tidak akan dijadikan sarana mobilisasi politik maupun alat kepentingan partai tertentu.

Bahkan, Ahmad Ali membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dari berbagai latar belakang politik untuk terlibat dalam AAC. Menurutnya, semangat kemanusiaan tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat politik.

"Kalau ada pengurus atau anggota partai lain yang ikut bergabung di AAC, itu menunjukkan bahwa organisasi ini terbuka untuk semua. Kami tidak hadir untuk mengganggu, melemahkan, atau menggebosi partai mana pun. AAC berdiri untuk melayani masyarakat," tegasnya.

Lebih jauh, Ahmad Ali berharap AAC dapat menjadi ruang pembelajaran dan pengabdian bagi generasi muda Sulawesi Tengah yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Ia meyakini bahwa proses pengabdian kepada masyarakat merupakan fondasi penting dalam melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki integritas, empati, dan kemampuan memahami kebutuhan rakyat.

Menurutnya, kepemimpinan yang baik lahir dari pengalaman melayani masyarakat secara langsung, bukan semata-mata dari ambisi politik. Karena itu, AAC diharapkan dapat menjadi tempat menempa kader-kader sosial yang kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

"Kita ingin melahirkan generasi pemimpin yang rasional, berintegritas, dan dekat dengan rakyat. Jika suatu saat ada pemimpin yang lahir dari proses pengabdian di AAC, saya yakin mereka akan memiliki jiwa sosial yang kuat karena terbiasa bekerja dan berjuang bersama masyarakat," tuturnya.

Untuk memperkuat tata kelola organisasi, Ahmad Ali mengungkapkan bahwa AAC ke depan akan dilembagakan secara resmi melalui badan hukum yayasan. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh program sosial dan kemanusiaan dapat dijalankan secara profesional, transparan, akuntabel, serta menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dengan semangat kemanusiaan yang diusung, AAC diharapkan menjadi rumah besar pengabdian sosial di Sulawesi Tengah sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian antarsesama di tengah masyarakat. (***)


Comment As:

Comment (0)