Samsir Tampilkan SIGI MOMENTUM, Inovasi Digital Sigi pada Seminar Nasional LAN

MAKASSAR, SARARAMEDIA.ID - Komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan kembali mendapat panggung strategis di tingkat Nasional. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kabupaten Sigi memperkenalkan inovasi bertajuk SIGI MOMENTUM (Sigi Menuju Transformasi Digital) dalam Pameran dan Seminar Implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang digelar oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Pusat Pelatihan dan Pengembangan serta Kajian Manajemen Pemerintahan (Puslatbang KMP) LAN Makassar, Rabu siang, (29/7/2026) waktu setempat.

Kehadiran inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sigi menjawab tantangan era digital melalui penguatan tata kelola pemerintahan yang modern, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam forum yang mempertemukan para peserta PKN Tingkat II dari berbagai daerah di Indonesia itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Sigi, Samsir, memaparkan implementasi proyek perubahan yang dirancang sebagai instrumen percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sigi.

SIGI MOMENTUM merupakan sistem notifikasi resmi berbasis portal yang dikembangkan untuk memperkuat integrasi layanan pemerintahan, meningkatkan efektivitas koordinasi antarperangkat daerah, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Inovasi tersebut dibangun melalui tiga pilar utama, yakni penguatan tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur digital, serta pengembangan layanan publik digital yang terintegrasi.

Pada tahap implementasi, sejumlah langkah strategis telah dilakukan, di antaranya penyusunan Dokumen Arsitektur SPBE dan Peta Rencana SPBE, pengembangan Portal Layanan Publik Terpadu, peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di bidang digital, hingga penguatan jaringan internet di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses konektivitas atau blankspot.

Menurut Samsir, transformasi digital tidak semata-mata berorientasi pada pemanfaatan teknologi informasi, melainkan juga menyangkut perubahan pola kerja, budaya organisasi, dan tata kelola pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Melalui SIGI MOMENTUM, kami berupaya membangun ekosistem pemerintahan digital yang terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja dan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat," ujar Samsir dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, implementasi SIGI MOMENTUM diharapkan mampu mendorong terciptanya pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berbasis data (data-driven governance). Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda nasional percepatan transformasi digital pemerintahan yang menjadi bagian dari Grand Design Reformasi Birokrasi Tahun 2025–2045 dan penguatan penerapan SPBE secara berkelanjutan.

Seminar dan pameran implementasi proyek perubahan tersebut merupakan tahapan akhir dari rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II yang diikuti Samsir sebagai peserta. Forum ini menjadi wadah evaluasi sekaligus diseminasi inovasi yang telah dirancang dan diimplementasikan oleh para peserta selama proses pelatihan.

Pada kesempatan itu, Samsir juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama proses penyusunan hingga implementasi proyek perubahan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Nuim Hayat, selaku mentor, Nurwahyudianti, sebagai coach, serta  Muhammad Aswad, selaku penguji yang telah memberikan arahan, masukan, dan pendampingan selama pelaksanaan PKN Tingkat II.

Dengan hadirnya SIGI MOMENTUM, Pemerintah Kabupaten Sigi optimistis mampu mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang digital, kolaboratif, dan berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus memperkuat daya saing daerah di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin dinamis. (***)


Comment As:

Comment (0)