Hilirisasi Kelapa Jadi Fokus, Parigi Moutong Gandeng Perbankan dan Offtaker
PARIGI MOUTONG, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor perkebunan sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Melalui penguatan hilirisasi komoditas unggulan dan perluasan akses pembiayaan bagi petani, pemerintah daerah berupaya menciptakan nilai tambah produk perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha tani secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Forum Kemitraan Hilirisasi Kelapa Dalam Tahun 2026 yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong di Kantor Dinas TPHP, Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, Kamis siang, (30/7/2026) waktu setempat.
Kegiatan tersebut menjadi wadah konsolidasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kemitraan usaha, memperluas akses pasar, serta membuka peluang pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi kelompok tani dan pelaku usaha perkebunan kelapa dalam.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, mengatakan bahwa hilirisasi perkebunan merupakan salah satu agenda prioritas yang harus dipersiapkan sejak dini guna meningkatkan daya saing komoditas daerah sekaligus memperbesar pendapatan petani.
Menurutnya, arah pembangunan sektor perkebunan saat ini selaras dengan kebijakan nasional yang menitikberatkan pada penguatan hilirisasi pascapencapaian target swasembada pangan.
"Setelah penguatan sektor pangan, perhatian pemerintah kini diarahkan pada pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan. Parigi Moutong memiliki potensi besar karena menjadi salah satu daerah penghasil dua komoditas strategis nasional, yakni kakao dan kelapa dalam," ungkap Dadan saat membuka kegiatan.
Data Dinas TPHP mencatat luas areal kelapa dalam di Kabupaten Parigi Moutong mencapai 29.399 hektare. Namun demikian, sekitar 1.567 hektare di antaranya mengalami kerusakan atau penurunan produktivitas sehingga memerlukan penanganan melalui program peremajaan tanaman.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor perkebunan rakyat, Kementerian Pertanian mengalokasikan bantuan peremajaan kelapa dalam seluas 500 hektare pada tahun 2026.
Untuk tahap pertama, bantuan telah direalisasikan pada lahan seluas 300 hektare yang tersebar di Kecamatan Parigi Tengah, Parigi Utara, Parigi Barat, Tomini, dan Bolano Lambunu. Sementara tahap kedua seluas 200 hektare saat ini masih dalam proses verifikasi calon penerima dan pengujian kualitas bibit, dengan target penyaluran selesai pada September 2026.
Dadan mengajak seluruh penyuluh pertanian, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), serta kelompok tani untuk aktif melakukan pendataan kondisi tanaman di lapangan agar program peremajaan dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi petani.
Selain peremajaan tanaman, pemerintah daerah juga mendorong penerapan pola integrasi usaha tani melalui sistem tumpang sisip. Melalui pendekatan ini, petani dapat memanfaatkan ruang di antara tanaman kelapa untuk membudidayakan komoditas lain seperti kakao, jagung, maupun kedelai sehingga mampu menciptakan sumber pendapatan tambahan tanpa harus mengurangi luas areal perkebunan kelapa.
Forum kemitraan tersebut turut menghadirkan berbagai unsur lintas sektor yang memiliki peran penting dalam memperkuat rantai usaha perkebunan mulai dari hulu hingga hilir.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama pihak offtaker berperan dalam memperluas akses pemasaran serta menjamin penyerapan hasil produksi petani dengan harga yang lebih kompetitif. Di sisi lain, sektor perbankan memberikan dukungan melalui penyediaan akses pembiayaan usaha melalui program KUR yang lebih mudah dijangkau kelompok tani.
Sementara itu, jajaran kepolisian turut mendukung penguatan ketahanan pangan dan menjaga stabilitas wilayah guna menciptakan iklim usaha yang kondusif. Adapun sektor peternakan didorong untuk membangun integrasi usaha melalui pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik serta penggunaan ampas kelapa sebagai bahan pakan ternak.
Melalui penerapan sistem pertanian modern dan terintegrasi atau Advancing Agricultural System, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menargetkan peningkatan produktivitas kelapa dalam secara signifikan. Dari rata-rata produksi saat ini sekitar 1,3 ton per hektare, produktivitas ditargetkan meningkat hingga mencapai kisaran 3 sampai 4 ton per hektare.
"Seluruh program yang dijalankan, mulai dari peremajaan tanaman, penguatan kemitraan, akses pembiayaan hingga kepastian pasar, bermuara pada satu tujuan utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan visi pembangunan daerah ‘Sejahtera Bersama’," tegas Dadan.
Melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan kelompok tani, Kabupaten Parigi Moutong optimistis dapat memperkuat posisi kelapa dalam sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (***)
