Rizal Intjenae Dinilai Sukses Jaga Ritme Pembangunan Sigi Meski Diterpa Tekanan Fiskal

FOTO : (Dari kiri), Mantan Gubernur Sulawesi Tengah dua periode 1996-2001 dan 2006-2011, Mayjen TNI (Purn) H. Bandjela Paliudju & Ketua Forum Komunikasi Pemangku Adat Sulawesi Tengah, Drs. H. Husen Habibu, M.H.I. (Dok/IST)

PALU, SARARAMEDIA.ID - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat dan tantangan fiskal yang dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sigi justru mampu menjaga stabilitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mempertahankan laju pembangunan daerah. Kondisi tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari sejumlah tokoh senior Sulawesi Tengah yang menilai kepemimpinan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menunjukkan kemampuan adaptasi, komunikasi politik, serta konsolidasi pemerintahan yang efektif.

Informasi awal mengenai apresiasi tersebut sebelumnya telah diberitakan oleh media daring Publikupdate.com. Dalam perkembangannya, berbagai pandangan dari tokoh masyarakat dan tokoh daerah memperlihatkan adanya penilaian positif terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sigi dalam menghadapi tantangan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.

Salah satu apresiasi datang dari Ketua Forum Komunikasi Pemangku Adat Sulawesi Tengah, Husen Habibu, yang menilai bahwa tantangan pemerintah daerah saat ini semakin kompleks. Selain menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah juga harus mengelola tingginya belanja pegawai serta kewajiban pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurut Husen, dalam situasi tersebut, Bupati Sigi bersama Wakil Bupati, Samuel Yansen Pongi, Sekretaris Daerah, Nuim Hayat, dan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu menjaga roda pemerintahan tetap berjalan secara efektif dan produktif.

"Saya melihat kinerja Bupati Sigi, Rizal Intjenae, meskipun saat ini penyelenggaraan pemerintahan daerah diterpa efisiensi anggaran dan beban gaji pegawai maupun PPPK yang cukup besar, beliau terus berupaya mencari solusi, termasuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat guna memperjuangkan tambahan anggaran bagi Kabupaten Sigi," ujar Husen Habibu.

Perjuangkan Kepentingan Daerah Hingga Tingkat Pusat ✓

Dalam perspektif Husen Habibu, salah satu kekuatan kepemimpinan Rizal Intjenae terletak pada kemampuannya membangun komunikasi lintas level pemerintahan. Pengalaman sebagai Ketua DPRD Sigi selama dua periode dinilai menjadi modal penting dalam membangun jejaring strategis dengan anggota DPR RI, kementerian, dan berbagai lembaga pemerintah pusat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperjuangkan kebutuhan daerah, terutama dalam memperoleh dukungan anggaran bagi sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Sejumlah agenda pembangunan yang terus diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Sigi antara lain peningkatan Jalan Poros Palu-Kulawi, pengembangan sektor pertanian melalui pembukaan lahan baru, pembangunan PLTA Banggaiba, pembukaan akses jalan tembus Banggaiba, hingga penguatan program perlindungan sosial dan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Selain hubungan dengan pemerintah pusat, Husen juga menilai harmonisasi hubungan antara Pemerintah Kabupaten Sigi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjadi faktor strategis yang dapat mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah.

Kepemimpinan Humanis dan Kondusif ✓

Lebih lanjut, Husen Habibu menilai keberhasilan seorang kepala daerah tidak semata diukur dari pembangunan infrastruktur maupun capaian fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga hubungan sosial dan komunikasi dengan masyarakat.

Menurutnya, Rizal Intjenae dikenal sebagai sosok yang terbuka, tenang, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun berbagai elemen lainnya.

Karakter kepemimpinan tersebut dinilai menjadi modal sosial yang penting dalam menciptakan suasana pemerintahan yang kondusif dan mendukung pelayanan publik yang lebih optimal.

Husen bahkan menyebut gaya kepemimpinan Rizal memiliki sejumlah kesamaan dengan Almarhum Aswadin Randalemba, tokoh yang dikenal luas dan dihormati masyarakat Kabupaten Sigi.

Ia juga menyoroti sikap dewasa politik yang ditunjukkan pasca-Pilkada, di mana dinamika kontestasi politik tidak dibawa ke dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan ruang yang lebih luas bagi aparatur pemerintah untuk bekerja, berinovasi, dan fokus melayani masyarakat.

"Pembangunan daerah akan lebih mudah diwujudkan apabila seluruh komponen mampu bersinergi. Filosofi Tonda Talusi yang memadukan unsur pemerintah, agama, dan adat harus tetap menjadi pijakan utama dalam membangun Kabupaten Sigi," katanya.

Soroti Polemik Somasi Secara Proporsional ✓

Dalam kesempatan yang sama, Husen Habibu turut menanggapi polemik somasi yang dilayangkan mantan Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, kepada Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae.

Menurut Husen, masyarakat perlu memahami secara utuh konteks pernyataan yang berkembang di ruang publik. Setelah mencermati video yang menjadi perbincangan masyarakat, ia menilai pernyataan Rizal lebih merupakan penyampaian pengalaman pribadi saat pernah menjalani pemeriksaan oleh aparat penegak hukum sebagai saksi dalam sejumlah perkara.

Karena itu, menurutnya, pernyataan tersebut tidak serta-merta dapat ditafsirkan sebagai tuduhan yang ditujukan kepada pihak tertentu.

Ia justru melihat pengalaman tersebut sebagai refleksi penting bagi penyelenggara pemerintahan agar terus memperkuat pengawasan internal, menjaga integritas, serta meningkatkan kehati-hatian dalam menjalankan tugas dan kewenangan.

Bandjela Paliudju Tekankan Pentingnya Pengawasan ✓

Apresiasi serupa juga disampaikan mantan Gubernur Sulawesi Tengah dua periode 1996-2001 dan 2006-2011, Mayjen TNI (Purn) H. Bandjela Paliudju.

Tokoh yang dikenal memiliki kontribusi besar dalam proses pembentukan Kabupaten Sigi sebagai daerah otonom itu menilai bahwa arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini telah menunjukkan fokus yang jelas terhadap kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, Bandjela mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan harus selalu dibarengi dengan pengawasan yang kuat dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Menurutnya, pengawasan yang efektif menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan terhindar dari praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Sigi tetap konsisten melaksanakan program-program yang berpihak kepada kepentingan masyarakat meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi dan dinamika global yang terus berkembang.

Sinergi Menjadi Modal Pembangunan Berkelanjutan ✓

Pandangan dan apresiasi dari kedua tokoh senior Sulawesi Tengah tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas anggaran, tetapi juga oleh kemampuan membangun kolaborasi, komunikasi, dan sinergi antarpemangku kepentingan.

Di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, kepemimpinan yang adaptif, kemampuan membangun jaringan strategis, serta komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat dinilai menjadi modal penting bagi Kabupaten Sigi untuk terus bergerak menuju pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan memperkuat kerja sama bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha, dan masyarakat, Kabupaten Sigi diharapkan mampu mempertahankan momentum pembangunan serta mewujudkan visi daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. (***)


Comment As:

Comment (0)