Kabinda Sulteng Temui Ketua Utama Alkhairaat, Bahas Peran Pendidikan dan Haul Guru Tua
- By REDAKSI --
- Tuesday, 17 Mar, 2026
PALU, SARARAMEDIA.ID - Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sulawesi Tengah yang baru, Mahmud Riadinata, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, di Jalan Sis Aljufri I, Kota Palu, Senin malam, (16/3/2026) waktu setempat.
Kunjungan tersebut menjadi salah satu agenda silaturahmi Brigjen TNI Mahmud Riadinata setelah resmi menjabat sebagai Kabinda Sulawesi Tengah menggantikan Brigjen TNI Bobby Prabowo.
Rombongan Kabinda disambut langsung oleh Ketua Utama Alkhairaat yang didampingi Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat Habib Mohsen Alaydrus, Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat Jamaludin Mariajang, Sekretaris Yayasan Alkhairaat Sis Aljufri, Asgar Bashir Khan, serta unsur pengurus lainnya, termasuk Habib Ali bin Hasan Aljufri.
Dalam pertemuan tersebut, Brigjen Mahmud banyak mendengarkan kisah perjalanan pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri yang dikenal dengan sebutan Guru Tua, sejak kedatangannya ke Indonesia hingga memulai dakwah dan pengembangan pendidikan di Sulawesi Tengah.
Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, menjelaskan bahwa Guru Tua membangun Alkhairaat sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan yang terbuka bagi semua kalangan.
Menurutnya, dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan, Guru Tua tidak pernah membedakan latar belakang masyarakat, baik dari segi agama maupun golongan. Sikap itulah yang membuat Alkhairaat diterima luas oleh masyarakat dan berkembang pesat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
"Alkhairaat adalah milik umat dan masyarakat. Karena itu keberadaannya harus terus dijaga dan dibesarkan bersama," ujar Habib Alwi dalam pertemuan tersebut.
Pandangan serupa juga disampaikan Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Mohsen Alaydrus dan Sekjen Jamaludin Mariajang. Mereka menilai Guru Tua merupakan ulama dengan visi jauh ke depan dalam membangun pendidikan umat dan mencetak generasi berilmu.
Sementara itu, Brigjen TNI Mahmud Riadinata mengaku sangat mengagumi kiprah Guru Tua dalam dunia pendidikan dan dakwah yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa.
Perwira TNI lulusan Akademi Militer tahun 1995 tersebut menyebut sosok Guru Tua sebagai ulama besar yang tidak hanya dihormati masyarakat luas, tetapi juga para habaib karena kedalaman ilmu dan pengabdiannya.
Mahmud juga menyatakan dukungannya terhadap upaya keluarga besar Alkhairaat di seluruh Nusantara yang tengah mendorong agar Habib Idrus bin Salim Aljufri ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan.
Selain itu, ia memastikan pihaknya akan memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh perguruan Alkhairaat, termasuk agenda besar yang akan digelar dalam waktu dekat, yakni Haul Akbar ke-58 Guru Tua. (***)
