Reses Muhidin Said di Sigi, Ibu-Ibu Curhat Masalah Gas, Daging, dan Usaha Rumah Tangga
- By REDAKSI --
- Monday, 02 Mar, 2026
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah periode 2024-2029, Muhidin Mohamad Said, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Senin sore, (2/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan La Toratima tersebut dihadiri Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, Ketua DPRD Sigi, Minhar Tjeho, Anggota DPRD Sulteng Dapil Sigi-Donggala, Hendri Kusuma Muhidin, Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, Pemuka Agama, Jamaludin L Nusu, Kades Kalukubula, Ahlan Adjlan, serta jajaran pengurus Partai Golkar Sigi lainnya.
Dalam dialog bersama warga, khususnya kaum ibu-ibu, mencuat sejumlah persoalan yang dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu isu utama yang disampaikan adalah kelangkaan serta tingginya harga elpiji 3 kilogram atau gas melon, terutama di wilayah Kalukubula.
Salah seorang warga, Suariani, menyampaikan bahwa gas bersubsidi tersebut kerap sulit diperoleh. Jika tersedia, harga di tingkat pangkalan mencapai Rp.25 ribu per tabung, sementara di pengecer bisa melonjak hingga Rp.40 ribu bahkan Rp.50 ribu per tabung.
Menanggapi keluhan tersebut, Muhidin Said merespon bahwa, harga gas elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan seharusnya tidak melebihi Rp.22 ribu per tabung. Ia mengingatkan bahwa gas melon merupakan barang subsidi pemerintah dengan alokasi anggaran yang sangat besar.
"Subsidi elpiji 3 kilogram mencapai sekitar Rp.60 triliun. Karena itu, harganya tidak boleh melebihi ketentuan. Persoalan ini akan kami tindak lanjuti dengan pihak terkait agar distribusi berjalan lancar dan harga terkendali," tegasnya.
Selain gas elpiji, warga juga mengeluhkan fluktuasi harga daging sapi yang dinilai memberatkan. Di pasaran, harga daging dilaporkan berkisar antara Rp.130 ribu hingga Rp.150 ribu per kilogram.
Sekaitan hal itu, Muhidin menyatakan akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan secara berkala guna memastikan stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat.
"Kita perlu cek langsung di lapangan agar harga tetap wajar dan tidak memberatkan masyarakat," ujarnya.
Aspirasi lain datang dari Lis, warga Desa Mpanau, yang menyampaikan harapannya untuk mendapatkan dukungan pembangunan rumah produksi. Ia berencana mengembangkan usaha keripik pisang bersama para ibu rumah tangga di lingkungannya dengan memanfaatkan sisa bangunan rumah yang terdampak gempa bumi 2018.
Lis mengaku hingga kini belum menerima bantuan hunian tetap dan masih tinggal di rumah tersebut. Ia berharap adanya dukungan agar usahanya dapat berjalan lebih layak dan memberi penghasilan tambahan bagi warga sekitar.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muhidin Said menyampaikan komitmennya untuk mencarikan solusi melalui jejaring mitra yang dimiliki, termasuk dengan lembaga perbankan dan Bank Indonesia.
"Kami memiliki mitra yang bisa mendukung UMKM, namun tentu ada proses yang harus dilalui. Aspirasi ini kami catat dan akan ditindaklanjuti agar ke depan bisa membuka peluang bantuan, termasuk untuk rumah produksi". pungkasnya. (***)
