DKI JAKARTA, SARARAMEDIA.ID – Aksi demonstrasi yang berlangsung selama lima hari berturut-turut di Jakarta membawa nama Garuda Sulteng menjadi perhatian publik. Gerakan yang membawa aspirasi masyarakat Sulawesi Tengah itu tak hanya menyita perhatian warga ibu kota, tetapi juga mendapat sorotan dari sejumlah kementerian dan anggota parlemen.
Selama aksi berlangsung, massa Garuda Sulteng konsisten menyuarakan tuntutan mereka di sejumlah titik di ibu kota. Kehadiran kelompok ini menjadi bagian dari dinamika demonstrasi sekaligus memperlihatkan bagaimana persoalan dari daerah dapat dibawa langsung ke ruang perhatian Nasional.
Perkembangan aksi tersebut turut menjadi perbincangan masyarakat, baik melalui pemberitaan media maupun media sosial. Lima hari bertahan di ibu kota menjadi penanda keseriusan Garuda Sulteng dalam mengawal aspirasi yang mereka bawa dari Sulawesi Tengah.
Bagi Garuda Sulteng, aksi di Jakarta bukan semata-mata tentang kehadiran massa di jalanan. Lebih dari itu, gerakan tersebut menjadi upaya membuka ruang komunikasi dengan pemerintah pusat agar persoalan dan tuntutan masyarakat Sulawesi Tengah mendapat perhatian langsung dari para pengambil kebijakan.
Konsistensi selama lima hari aksi turut membuat keberadaan Garuda Sulteng diperhitungkan dalam dinamika demonstrasi di ibu kota. Sejumlah kementerian dan anggota parlemen disebut ikut menaruh perhatian terhadap gerakan serta aspirasi yang disampaikan.
Perhatian tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemantauan selama aksi berlangsung. Garuda Sulteng membutuhkan respons yang jelas terhadap tuntutan yang telah disuarakan.
Setelah lima hari aksi berlangsung, perhatian kini tertuju pada langkah pemerintah pusat. Kementerian terkait dan parlemen diharapkan membuka ruang dialog serta memberikan kejelasan mengenai tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan.
Sebab, menyampaikan aspirasi merupakan bagian dari hak masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Persoalan yang datang dari daerah semestinya memperoleh ruang pembahasan dan perhatian yang setara di tingkat nasional.
Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, perjuangan menyampaikan aspirasi ke Jakarta menjadi pengingat bahwa suara daerah juga harus hadir dalam setiap proses pengambilan kebijakan Nasional. (*)
