Politik dan Pengabdian, Catatan Ronald Gulla dari Rakerda PAN Sigi

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Ada satu pesan yang berulang kali ditegaskan Ronald Gulla di hadapan ratusan kader dan relawan Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sigi. Politik, menurutnya, tidak cukup dimaknai sebagai ruang perebutan kekuasaan. Politik harus menjadi jalan pengabdian, tempat lahirnya keberpihakan kepada masyarakat yang masih membutuhkan perhatian dan pelayanan.

Pesan itu mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD PAN Kabupaten Sigi yang berlangsung di Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Minggu, (27/9/2026) siang. Di forum konsolidasi tersebut, Ronald tampil sebagai salah satu pemateri utama yang membekali kader dan relawan dengan pandangan tentang perjuangan politik, kaderisasi, serta tanggung jawab sosial seorang kader partai.

Sebagai Ketua Pembinaan Organisasi dan Kaderisasi (POK) DPW PAN Sulawesi Tengah sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari daerah pemilihan Banggai Bersaudara, Ronald memulai pemaparannya dengan menekankan pentingnya kesamaan niat dan tujuan dalam berorganisasi.

Menurut dia, setiap kader yang memilih bergabung dalam partai politik sejatinya memiliki dorongan yang sama, yakni keinginan untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat. Semangat itulah yang harus dijaga dan dirawat agar tidak sekadar menjadi slogan organisasi.

"Ketika hati kita terganggu melihat masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, ketika ada persoalan yang belum terselesaikan, di situlah sebenarnya panggilan perjuangan itu muncul," ujar Ronald di hadapan peserta Rakerda.

Ia menilai keberadaan kader partai harus mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat. Bukan hanya hadir saat momentum politik, melainkan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga di lingkungan masing-masing.

Dalam pemaparannya, Ronald juga mengingatkan bahwa perjuangan politik tidak lahir dari ambisi pribadi, melainkan dari kesadaran kolektif untuk memperjuangkan kepentingan yang lebih besar. Karena itu, ia mengajak seluruh kader PAN Sigi untuk memperkuat solidaritas organisasi dan menjaga komitmen terhadap nilai-nilai pengabdian.

Bagi Ronald, kader yang baik bukan hanya mereka yang aktif dalam kegiatan partai, tetapi juga mereka yang mampu mendengar aspirasi masyarakat, memahami kebutuhan warga, dan memperjuangkannya melalui ruang-ruang kebijakan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Rakerda I PAN Sigi sendiri menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi sekaligus konsolidasi kader menjelang berbagai agenda strategis partai ke depan. Forum tersebut dihadiri jajaran pengurus DPW PAN Sulawesi Tengah, pengurus DPD PAN Kabupaten Sigi, para relawan, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ketua DPD PAN Kabupaten Sigi, Ardiansyah, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa seluruh kader PAN harus mampu menjadi garda terdepan dalam mengawal program-program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran PAN di setiap tingkatan organisasi harus memberikan dampak positif bagi daerah. Karena itu, seluruh pengurus hingga tingkat kecamatan diminta terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.

Melalui Rakerda tersebut, PAN Sigi tidak hanya melakukan evaluasi dan penyusunan program kerja organisasi. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan kader agar tetap berpijak pada kepentingan rakyat, sebagaimana pesan yang disampaikan Ronald Gulla sepanjang sesi pemaparannya. (***)


Comment As:

Comment (0)