Dorong Penanganan Stunting, Bupati Sigi Perkuat Peran Posyandu 6 SPM
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi secara resmi meluncurkan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dirangkaikan dengan sosialisasi ASI eksklusif, MP-ASI, serta Aksi Bergizi tingkat Kabupaten Sigi tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Sabtu (13/12/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Ibu.
Peluncuran Posyandu 6 SPM ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan, yang merupakan kewajiban negara sebagaimana diamanatkan dalam standar pelayanan minimal.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, dalam sambutannya menegaskan bahwa pencapaian target SPM tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi indikator utama keberhasilan penggunaan anggaran dan kualitas tata kelola pemerintahan.
"Target SPM wajib tercapai. Ini adalah kewajiban pemerintah dan menjadi tolok ukur efektivitas anggaran serta penyelenggaraan pemerintahan yang baik," tegas Rizal.
Menurutnya, Posyandu harus diperkuat fungsinya tidak sekadar sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga sebagai pusat edukasi masyarakat dan sarana peningkatan kapasitas kader Posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Sigi.
"Posyandu harus menjadi garda terdepan. Di sinilah integrasi sosial masyarakat dibangun, kesejahteraan diperkuat, dan pemerintah dibantu menyelesaikan persoalan prioritas seperti stunting dan gizi buruk," ujarnya.
Rizal juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjalankan program Posyandu agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga masyarakat, memiliki komitmen yang sama dalam mengoptimalkan Posyandu sesuai tugas dan fungsinya.
Dengan peluncuran Posyandu 6 SPM ini, Pemerintah Kabupaten Sigi menargetkan peningkatan kualitas pelayanan dasar yang lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan serta kualitas pendidikan masyarakat. (***)
