Dari UMKM hingga Jalan Desa, Ferra Serap Aspirasi Pelempea

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Upaya memperkuat pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat terus dilakukan melalui penjaringan aspirasi langsung di tingkat desa. Anggota DPRD Kabupaten Sigi Fraksi Partai Demokrat, Ferra, memanfaatkan agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 untuk berdialog dengan masyarakat Desa Pelempea, Kecamatan Pipikoro, pada 20 Agustus 2026 lalu.

Forum reses tersebut menjadi ruang partisipatif bagi warga untuk menyampaikan persoalan sekaligus usulan pembangunan yang mereka nilai penting. Dari dialog tersebut, sedikitnya 10 aspirasi mengemuka, meliputi penguatan UMKM, infrastruktur jalan, pertanian dan perkebunan, penerangan, perikanan serta fasilitas olahraga.

Pada sektor pemberdayaan ekonomi, masyarakat Dusun II mengusulkan dukungan modal usaha bagi pelaku UMKM. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat usaha yang telah berjalan, meningkatkan kapasitas produksi dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Warga juga mengusulkan pengadaan peralatan katering untuk Dusun I dan Dusun II. Selain mendukung kegiatan kemasyarakatan, fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan kelompok usaha untuk mengembangkan jasa boga sebagai salah satu sumber pendapatan produktif.

Di bidang infrastruktur, masyarakat menyampaikan kebutuhan pembangunan jalan desa menggunakan konstruksi rabat beton di Dusun I dan Dusun II. Peningkatan kualitas akses jalan dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat serta menunjang kegiatan sosial dan ekonomi di wilayah desa.

Sementara pada sektor perkebunan, warga mengusulkan pengadaan bibit kakao untuk Dusun I serta bibit durian untuk Dusun I dan Dusun II. Pengembangan kedua komoditas tersebut diharapkan dapat menjadi investasi produktif sekaligus memperkuat potensi ekonomi berbasis perkebunan masyarakat.

Kebutuhan penerangan jalan di Dusun I turut menjadi perhatian warga. Pengadaan lampu jalan diharapkan dapat meningkatkan keamanan lingkungan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas pada malam hari.

Aspirasi lainnya berkaitan dengan pengembangan olahraga. Masyarakat mengusulkan pengadaan tribun lapangan sepak bola serta pembangunan atau pengadaan lapangan takraw di Dusun I. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menyediakan ruang aktivitas positif bagi masyarakat dan mendukung pembinaan generasi muda.

Pada sektor perikanan, warga Dusun I dan Dusun II mengusulkan pengadaan bibit ikan. Program tersebut diharapkan dapat dikembangkan sebagai usaha produktif, sekaligus menjadi alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ferra menyatakan bahwa seluruh usulan yang diterimanya merupakan bagian dari masukan konstituen yang akan diinventarisasi untuk kemudian diperjuangkan melalui mekanisme dan kewenangan DPRD.

"Reses memberikan kesempatan kepada kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Seluruh aspirasi yang disampaikan di Desa Pelempea akan kami catat dan perjuangkan sesuai mekanisme, kewenangan serta skala prioritas pembangunan daerah," ujar Ferra.

Menurut Ferra, ragam aspirasi yang muncul menunjukkan bahwa kebutuhan pembangunan desa memiliki cakupan yang luas. Pembangunan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan penguatan sektor produktif seperti UMKM, pertanian, perkebunan dan perikanan, termasuk penyediaan ruang bagi pengembangan olahraga masyarakat.

Ia menekankan bahwa bantuan produktif seperti bibit tanaman dan bibit ikan perlu diarahkan agar memberikan manfaat berkelanjutan. Dengan pendampingan dan pengelolaan yang tepat, bantuan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ferra juga menegaskan bahwa aspirasi yang dihimpun melalui reses akan menjadi bahan dalam proses pengawalan kebijakan pembangunan daerah. Namun, tindak lanjut setiap usulan tetap akan mempertimbangkan kewenangan pemerintah daerah, tingkat urgensi, skala prioritas serta kemampuan anggaran.

Kegiatan reses di Desa Pelempea menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat. Sepuluh aspirasi yang dihimpun dari sektor ekonomi, infrastruktur, pertanian, perikanan, penerangan hingga olahraga diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Dengan demikian, reses tidak sekadar menjadi forum penyampaian keluhan, tetapi menjadi instrumen untuk membawa kebutuhan masyarakat desa ke dalam ruang pembahasan pembangunan Kabupaten Sigi. (***)


Comment As:

Comment (0)