Reses Ferra, Warga Namo Soroti UMKM dan Jalan Tani
- By REDAKSI --
- Sunday, 23 Aug, 2026
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan akses menuju sentra produksi menjadi bagian penting dalam pembangunan desa. Untuk memastikan kebutuhan tersebut terakomodasi dalam perencanaan daerah, Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Ferra, melaksanakan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Desa Namo, Kecamatan Kulawi, pada 19 Agustus 2026 lalu.
Dalam forum penjaringan aspirasi tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan. Aspirasi yang dihimpun mencakup penguatan UMKM, peternakan, perikanan, perkebunan, olahraga hingga pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas pertanian.
Pada sektor ekonomi, warga Dusun I mengusulkan dukungan modal usaha bagi pelaku UMKM. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga melalui kegiatan usaha produktif.
Masyarakat juga mengusulkan pengadaan peralatan katering untuk Dusun I dan Dusun II. Selain dapat menunjang berbagai kegiatan kemasyarakatan, fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi sarana pengembangan usaha jasa boga yang dikelola kelompok masyarakat.
Aspirasi di bidang kepemudaan dan olahraga turut disampaikan. Warga meminta pembangunan atau pengadaan lapangan bola voli di Dusun I serta sarana olahraga takraw. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menyediakan ruang aktivitas positif sekaligus mendukung pembinaan generasi muda di tingkat desa.
Sementara itu, sektor peternakan menjadi salah satu perhatian masyarakat melalui usulan bantuan ternak sapi untuk Dusun I dan Dusun II. Program tersebut diharapkan dapat menjadi stimulan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan sekaligus menciptakan sumber pendapatan tambahan.
Pada sektor perikanan, warga Dusun I mengusulkan pengadaan bibit ikan untuk dikembangkan sebagai usaha produktif. Aspirasi tersebut diharapkan dapat mendukung diversifikasi sumber pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal.
Adapun masyarakat Dusun II menyampaikan usulan pengadaan bibit durian sebagai bagian dari pengembangan sektor perkebunan. Tanaman buah tersebut diharapkan menjadi komoditas bernilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Salah satu aspirasi yang dinilai berkaitan langsung dengan produktivitas petani adalah pembangunan jalan tani sepanjang kurang lebih 200 meter di Dusun I. Warga menilai akses tersebut sangat diperlukan untuk mempermudah mobilitas menuju lahan, termasuk mengangkut sarana produksi dan hasil pertanian.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Ferra menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan diinventarisasi dan dikawal sesuai mekanisme perencanaan pembangunan serta kewenangan DPRD.
"Aspirasi masyarakat adalah gambaran nyata mengenai kebutuhan pembangunan di lapangan. Semua usulan yang disampaikan akan kami catat dan kawal sesuai kewenangan serta skala prioritas agar dapat menjadi bahan dalam proses perencanaan pembangunan daerah," ujar Ferra.
Menurutnya, pembangunan desa harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial dan infrastruktur. Penguatan UMKM, pengembangan peternakan dan perikanan, perkebunan, serta penyediaan ruang olahraga merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat.
Ferra juga menyoroti pentingnya akses jalan tani sebagai infrastruktur penunjang sektor produksi. Menurutnya, keberadaan jalan yang memadai dapat membantu petani mengurangi hambatan dalam mengangkut kebutuhan produksi maupun hasil panen, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi hasil pertanian.
Ia berharap seluruh aspirasi yang telah dihimpun melalui reses dapat menjadi bahan pembahasan dalam proses perencanaan pembangunan Kabupaten Sigi. Namun, tindak lanjut terhadap setiap usulan tetap akan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah, skala prioritas dan kemampuan anggaran.
Kegiatan reses di Desa Namo menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan representasi antara masyarakat dan DPRD. Aspirasi warga dari sektor UMKM, peternakan, perikanan, perkebunan, olahraga hingga jalan tani kini telah dihimpun untuk selanjutnya diperjuangkan melalui mekanisme pembangunan daerah.
Dengan demikian, suara masyarakat Namo tidak berhenti pada forum reses, tetapi diharapkan dapat menjadi bahan kebijakan yang mendorong desa semakin produktif, mandiri dan memiliki daya saing ekonomi. (***)
