Wagub Reny: Penerbangan Langsung ke Tiongkok Buka Peluang Besar Ekonomi dan Pariwisata Sulteng

(Kiri), Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido. (Foto: Istimewa)

PALU, SARARAMEDIA.ID - Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperluas akses konektivitas Internasional kembali mencatatkan capaian strategis. Setelah melalui proses panjang dan koordinasi lintas sektor, penerbangan Internasional langsung yang menghubungkan Kota Palu dengan Guangzhou, Tiongkok, akhirnya resmi beroperasi.

Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan penyambutan penerbangan perdana (inaugural flight) maskapai China Southern Airlines rute Guangzhou-Palu di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Kota Palu, Selasa, (11/8/2026).

Pesawat yang tiba dari Guangzhou disambut prosesi water salute sebagai simbol penghormatan sekaligus penanda resmi dibukanya jalur penerbangan internasional langsung antara Sulawesi Tengah dan Tiongkok.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, yang hadir langsung dalam penyambutan tersebut menyampaikan bahwa pembukaan rute baru ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas global serta memperluas akses ekonomi, perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Menurutnya, inisiasi menghadirkan penerbangan langsung ke Tiongkok telah diperjuangkan sejak tahun 2025 oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama berbagai pihak terkait. Hasilnya, kini masyarakat dapat menikmati akses penerbangan internasional secara langsung tanpa harus transit melalui Jakarta.

"Alhamdulillah, hari ini China Southern Airlines resmi membuka rute Guangzhou-Palu dan Palu-Guangzhou. Ini menjadi langkah besar bagi Sulawesi Tengah dalam memperkuat hubungan internasional dan meningkatkan daya saing daerah," ujar Reny.

Ia menjelaskan, kehadiran rute tersebut akan memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Jika sebelumnya perjalanan menuju Guangzhou harus melalui Jakarta dengan waktu tempuh lebih panjang dan biaya tambahan, kini perjalanan dapat dilakukan secara langsung dari Palu.

Selain memberikan efisiensi perjalanan, jalur penerbangan ini diyakini akan memperkuat arus perdagangan, investasi, kunjungan wisatawan mancanegara, hingga kerja sama ekonomi antara Sulawesi Tengah dan Tiongkok.

Data penerbangan perdana menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Dari sekitar 200 kursi yang tersedia, sebanyak 176 kursi telah terisi. Capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap kebutuhan konektivitas internasional dari dan menuju Sulawesi Tengah.

Melihat tingginya minat masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap promosi penerbangan internasional ini dapat terus digencarkan secara kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, pelaku usaha, serta masyarakat.

Reny mengungkapkan bahwa pada September mendatang frekuensi penerbangan direncanakan meningkat menjadi dua kali dalam sepekan. Pemerintah daerah juga terus berupaya memperkuat jaringan transportasi udara dari berbagai wilayah menuju Kota Palu guna mendukung keberlanjutan rute internasional tersebut.

"Promosi harus terus dilakukan agar tingkat keterisian penumpang tetap tinggi. Dengan demikian, penerbangan ini bisa berjalan konsisten dan frekuensinya terus bertambah," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai keberadaan penerbangan internasional merupakan salah satu indikator penting dalam mendorong posisi Sulawesi Tengah di tingkat global. Konektivitas udara yang semakin terbuka diyakini akan mempercepat pertumbuhan sektor perdagangan, investasi, pariwisata, serta memperluas jejaring kerja sama antarnegara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga berharap pengembangan rute internasional ini dapat berjalan secara berkelanjutan, seiring peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri sebagai gerbang utama mobilitas internasional di wilayah Sulawesi Tengah.

Kegiatan penyambutan penerbangan perdana tersebut turut dihadiri General Manager China Southern Airlines Wang Hongxiong, Kepala Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Prasetiyohadi, unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. (***)


Comment As:

Comment (0)