Program Berani Bukan Sekadar Slogan, Tapi Solusi untuk Rakyat
- By REDAKSI --
- Tuesday, 07 Jul, 2026
PALU, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai memetik hasil dari implementasi Program BERANI yang menjadi program unggulan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A Lamadjido. Setelah berjalan sejak Januari 2025, berbagai indikator pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur menunjukkan perkembangan yang semakin nyata dirasakan masyarakat.
Perkembangan tersebut dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat melalui konferensi pers capaian Program BERANI yang berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tengah, Senin (6/7/2026) kemarin. Kegiatan yang digagas Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Sulawesi Tengah itu menghadirkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), insan pers, serta pemangku kepentingan lainnya.
Konferensi pers dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A Lamadjido, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan transparansi dan akuntabilitas terhadap pelaksanaan program prioritas daerah.
Dalam sambutannya, Reny menegaskan bahwa Program BERANI sejak awal dirancang sebagai instrumen kebijakan yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, bukan sekadar jargon pemerintahan.
Menurutnya, keterlibatan media massa memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
"Teman-teman wartawan adalah ujung tombak kami dalam menyampaikan informasi pembangunan. Jika masih ada kekurangan, silakan disampaikan. Pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Reny.
BERANI Cerdas, Investasi Jangka Panjang Membangun SDM Unggul ✓
Salah satu program yang mendapatkan perhatian terbesar dalam Program BERANI adalah sektor pendidikan melalui BERANI Cerdas. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia sekaligus instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan.
Program yang diluncurkan pada 13 April 2025 tersebut awalnya berfokus pada bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa strata satu (S1). Pada tahun pertama pelaksanaannya, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp84,93 miliar yang berhasil menjangkau 23.568 mahasiswa.
Memasuki tahun 2026, cakupan program diperluas secara signifikan. Selain mahasiswa S1, pemerintah kini memberikan dukungan kepada mahasiswa strata dua (S2), strata tiga (S3), pendidikan dokter spesialis, hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menjelaskan bahwa BERANI Cerdas telah berkembang menjadi program pendidikan komprehensif yang menyentuh hampir seluruh kebutuhan peserta didik.
"Tahun 2026 pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp351 miliar yang tersebar dalam tujuh program prioritas pendidikan," jelasnya.
Salah satu program unggulan adalah Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang diberikan kepada SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta. Dari total 463 sekolah, hanya 15 sekolah swasta yang belum menerima BOSDA karena masih menerapkan sistem biaya pendidikan mandiri.
Sebagai solusi, pemerintah menghadirkan Subsidi Biaya Pendidikan (SBP) bagi siswa dari keluarga kategori desil satu hingga desil lima.
"Apabila siswa tidak diterima di sekolah negeri dan harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta berbayar, pemerintah akan membantu pembiayaannya selama berasal dari keluarga yang memenuhi kriteria," terang Firmanza.
Selain itu, BERANI Cerdas juga mengalokasikan Rp.21,56 miliar untuk pembiayaan uji kompetensi dan praktik kerja industri (Prakerin) siswa SMK. Pemerintah juga memberikan beasiswa pendidikan strata dua kepada 99 guru melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka dengan dukungan anggaran Rp.2,48 miliar.
Di bidang digitalisasi pendidikan, sekolah-sekolah di wilayah terpencil mulai mendapatkan akses internet berbasis satelit Starlink dengan dukungan anggaran sekitar Rp430 juta. Sementara itu, bantuan seragam sekolah bagi siswa kurang mampu juga disalurkan melalui anggaran Rp.1,75 miliar.
Porsi terbesar tetap berada pada program beasiswa mahasiswa dengan alokasi mencapai Rp.264 miliar. Jika pada tahun 2025 penerima manfaat berjumlah 23.568 mahasiswa, maka hingga tahun 2026 jumlah pendaftar meningkat menjadi 27.344 orang sehingga total penerima manfaat diproyeksikan mendekati 50 ribu mahasiswa.
Kuota beasiswa juga diperluas menjadi 100 mahasiswa S2, 20 mahasiswa S3, 10 peserta pendidikan dokter spesialis, serta bantuan penyelesaian studi bagi mahasiswa yang telah memasuki semester akhir.
Di sisi lain, pemerintah turut memperkuat kualitas sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah. Hasil koordinasi dengan pemerintah pusat berhasil menghadirkan dukungan anggaran hampir Rp.50 miliar untuk rehabilitasi 17 SMA, 14 SMK, dan 9 SLB di berbagai daerah.
Firmanza menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tercermin dari jumlah pendaftar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang mencapai sekitar 22 ribu peserta, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 18 ribu peserta.
"Anggaran Rp.351 miliar ini merupakan komitmen Bapak Gubernur untuk mengentaskan kebodohan sekaligus kemiskinan. Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban Sulawesi Tengah," tegasnya.
BERANI Sehat Perluas Jaminan Pelayanan Kesehatan ✓
Pada sektor kesehatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjalankan Program BERANI Sehat yang diluncurkan bersamaan dengan BERANI Cerdas pada April 2025.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, Fatma A. Deu, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak tanpa terkendala status kepesertaan.
Program tersebut dijalankan melalui dua skema utama, yakni integrasi dengan BPJS Kesehatan dan layanan Non-JKN.
Melalui skema BPJS, pemerintah membantu pembiayaan masyarakat penerima bantuan iuran (PBI) serta mendaftarkan warga dalam kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), khususnya mereka yang belum memiliki BPJS atau kepesertaannya tidak aktif saat membutuhkan pelayanan kesehatan.
Hingga Juni 2026, realisasi anggaran BERANI Sehat telah mencapai Rp.52,4 miliar, terdiri dari sekitar Rp.35 miliar untuk peserta PBPU dan Rp.16 miliar untuk peserta PBI.
Kabupaten Sigi tercatat sebagai daerah dengan jumlah peserta terbanyak, sedangkan Kabupaten Parigi Moutong menjadi wilayah dengan kebutuhan anggaran terbesar karena jumlah penduduk dan tingkat kemiskinan yang relatif tinggi.
Sementara melalui skema Non-JKN, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan bagi layanan kesehatan yang belum ditanggung BPJS, termasuk korban kekerasan dalam rumah tangga, penganiayaan, pengeroyokan hingga penanganan kejadian luar biasa dan wabah penyakit.
Sepanjang 2025, layanan ini telah menjangkau 420 pasien dengan nilai klaim sekitar Rp.2,3 miliar. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 190 pasien kembali memperoleh manfaat dengan nilai klaim sekitar Rp.720 juta.
Untuk mendukung kemudahan layanan, pemerintah juga memanfaatkan aplikasi Sehati sebagai sistem verifikasi kepesertaan sekaligus membantu penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi anak-anak yang belum memiliki identitas administrasi kependudukan.
BERANI Lancar Perkuat Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah ✓
Sementara itu, pada sektor infrastruktur, Program BERANI Lancar terus menjadi instrumen utama pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 pemerintah menangani 57 ruas jalan dan 10 unit jembatan dengan total anggaran mencapai Rp208,98 miliar.
Selain proyek reguler, pemerintah juga melaksanakan 12 paket kontrak tahun jamak (multiyears contract) dengan total nilai anggaran sekitar Rp604,82 miliar guna memastikan pembangunan infrastruktur berlangsung berkelanjutan.
Pada tahun berjalan, penanganan dilakukan pada 46 ruas jalan non-multiyears dengan total panjang pekerjaan mencapai 43,73 kilometer.
Pemerintah juga memberikan dukungan pembangunan 26 ruas jalan desa sepanjang 19,76 kilometer sebagai bagian dari target Program BERANI Lancar 1.000 Kilometer Jalan Desa.
Di sektor jembatan, sebanyak 10 unit jembatan dengan total panjang 52 meter dibangun menggunakan dukungan anggaran sekitar Rp24 miliar.
Menurut Faidul, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal membangun jalan dan jembatan, tetapi juga membuka akses ekonomi masyarakat.
"Konektivitas yang semakin baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan dan perikanan, membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Komitmen Membangun Sulawesi Tengah dari Tiga Pilar Utama ✓
Pemaparan capaian Program BERANI menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjalankan pembangunan secara seimbang antara pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan fisik.
BERANI Cerdas menjadi program dengan investasi terbesar dalam penguatan kualitas pendidikan dan peningkatan SDM. BERANI Sehat memperluas jangkauan perlindungan kesehatan masyarakat, sementara BERANI Lancar memperkuat konektivitas wilayah yang diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui tiga pilar utama tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis dapat mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. (***)
