Kundapil di Rarampadende, Musliman Serap Aspirasi Warga Soal Drainase, Jalan dan Pendidikan
- By REDAKSI --
- Friday, 12 Jun, 2026
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah Daerah Pemilihan Sigi-Donggala, Haji Musliman, melaksanakan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) Masa Persidangan III Tahun Kedua Tahun Anggaran 2026 di Desa Rarampadende, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Jumat sore, (12/6/2026) waktu setempat.
Kegiatan yang berlangsung dihadiri pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk menyampaikan capaian kerja sekaligus menyerap berbagai kebutuhan pembangunan di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Musliman menjelaskan bahwa Kundapil berbeda dengan reses. Jika reses berfokus pada penyerapan aspirasi masyarakat, maka Kundapil menjadi momentum bagi anggota legislatif untuk menyampaikan program dan hasil kerja yang telah diperjuangkan selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
"Sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang mewakili masyarakat Sigi dan Donggala, sudah menjadi kewajiban saya untuk turun langsung bertemu masyarakat. Saya ingin mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga," ujar Musliman.
Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya mempererat silaturahmi antara wakil rakyat dan konstituennya.
Dalam kesempatan tersebut, Musliman juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang sedang dan telah diperjuangkan melalui DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur jalan, bantuan kelompok peternakan, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membuka akses konektivitas antarwilayah.
Ia menjelaskan bahwa anggota DPRD Provinsi memiliki ruang untuk mengusulkan berbagai program pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
"Program yang diperjuangkan harus tepat sasaran dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu saya membutuhkan masukan dan aspirasi warga agar program yang diajukan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan," katanya.
Pada sesi dialog, warga Desa Rarampadende menyampaikan sejumlah usulan prioritas yang dinilai mendesak untuk ditangani.
Mewakili masyarakat, Agran, seorang warga lanjut usia, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Musliman yang menurutnya menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah pertama yang melaksanakan Kundapil di Desa Rarampadende.
Ia mengungkapkan bahwa salah satu persoalan yang paling mendesak adalah pembangunan drainase di wilayah perbatasan Dusun II dan Dusun III yang hingga kini belum terealisasi.
"Proposalnya sudah kami siapkan. Kami berharap melalui kunjungan ini aspirasi tersebut dapat diperjuangkan sehingga persoalan drainase yang sering dikeluhkan masyarakat bisa mendapat perhatian," ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya dukungan terhadap pembangunan dan pengembangan Masjid Ar-Rahman Desa Rarampadende yang selama ini telah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.
Sementara itu, Fadri, tenaga pendidik SDN Inpres Rarampadende, menyampaikan beberapa kebutuhan infrastruktur yang berkaitan dengan pelayanan pendidikan dan fasilitas umum.
Ia mengusulkan perbaikan ruas jalan di depan SMA yang berada di Dusun IV karena kondisinya mulai mengalami kerusakan dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun siswa.
Selain itu, warga Dusun IV juga meminta pemasangan lampu penerangan jalan, terutama di lorong-lorong pemukiman yang hingga kini masih minim penerangan pada malam hari.
Di sektor pendidikan, Fadri menyampaikan kebutuhan rehabilitasi ruang kelas V dan VI SDN Inpres Rarampadende yang kondisi plafon bangunannya mulai rusak dan dinilai membahayakan keselamatan peserta didik.
Tidak hanya itu, pihak sekolah juga mengusulkan penambahan ruang kelas baru karena jumlah ruang belajar yang tersedia saat ini belum mampu mengakomodasi kebutuhan proses belajar mengajar secara optimal.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Musliman menyatakan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dan pengawalan program pembangunan ke depan.
Ia menegaskan bahwa perjuangan aspirasi membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, DPRD, hingga pemerintah pusat agar usulan masyarakat dapat terealisasi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
"Kita tidak bisa menjanjikan semua langsung terealisasi, tetapi yang pasti setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Yang terpenting adalah komunikasi dan koordinasi terus berjalan sehingga kebutuhan masyarakat bisa masuk dalam prioritas pembangunan". pungkasnya. (***)
