Dibuka Wawali Imelda, Festival Raudhah Teguhkan Semangat Dakwah Guru Tua di Palu

PALU, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Kota Palu kembali menggelar Festival Raudhah 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Haul ke-58 pendiri Alkhairaat, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, di kawasan wisata religi Jalan Sis Aljufri, Sabtu malam, (28/3/2026).

Pembukaan festival tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan keagamaan tahunan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat makna historis dan spiritual bagi masyarakat, khususnya warga Alkhairaat.

Dalam sambutannya, Imelda menegaskan bahwa Festival Raudhah merupakan momentum penting untuk mengenang sekaligus melanjutkan perjuangan dakwah Guru Tua dalam bidang pendidikan dan pembinaan umat.

"Atas nama Pemerintah Kota Palu, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Raudhah yang menjadi bagian dari Haul ke-58 Guru Tua. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga bentuk penghormatan atas jasa besar beliau," ujarnya.

Ia menjelaskan, sosok Guru Tua dikenal sebagai ulama besar yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia Timur melalui Alkhairaat. Dari perjuangannya, lahir generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan iman dan akhlak.

Lebih lanjut, Imelda berharap melalui festival tersebut, nilai-nilai perjuangan Guru Tua dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal membangun masa depan bangsa yang berkarakter.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh aspek spiritual dan pembentukan karakter masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin mempererat ukhuwah islamiyah, memperkuat persatuan, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Kota Palu," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Alkhairaat, Doktor Hamdan Rampadio, yang mewakili Pengurus Besar Alkhairaat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palu atas konsistensinya menghadirkan Festival Raudhah sebagai bagian dari tradisi peringatan haul yang dilaksanakan setiap 12 Syawal.

Ia menyebut, festival ini telah berlangsung selama kurang lebih 16 tahun dan terus berkembang dari masa ke masa, seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dan tamu yang hadir sebagai wujud kecintaan kepada Guru Tua.

"Festival Raudhah ini telah menjadi warisan yang terus dilanjutkan oleh para pemimpin Kota Palu. Kami berharap tradisi baik ini tetap terjaga dan terus berkembang ke depan," ungkap Hamdan.

Prosesi pembukaan festival ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional gimba oleh Wakil Wali Kota Palu bersama unsur Pengurus Besar Alkhairaat, Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah, sebagai simbol dimulainya kegiatan.

Festival Raudhah 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai-nilai keagamaan, budaya, serta kebersamaan masyarakat Kota Palu. (***)


Comment As:

Comment (0)