Erwin Burase Paparkan Peluang Investasi Sapi Perah Terintegrasi di Forum Nasional

PALU, SARARAMEDIA.ID - Pengembangan peternakan sapi perah terintegrasi menjadi salah satu proyek unggulan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, untuk menarik investasi dan memperkuat ekonomi berbasis potensi daerah. Proyek tersebut masuk enam besar dalam proses kurasi Investment Project to Offer (IPRO) tingkat Nasional dan mendapat kesempatan untuk dipresentasikan kepada kementerian terkait serta Bank Indonesia.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, memaparkan peluang investasi itu melalui pertemuan daring menggunakan Zoom Meeting di Ruang Gawalise, lantai tiga Swiss-Belhotel, Palu, Jumat, (9/10/2026).

Presentasi tersebut merupakan bagian dari tahapan kurasi proyek investasi yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dalam proses tersebut, proyek-proyek dari enam wilayah mendapat kesempatan untuk dipresentasikan, yakni Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Tengah. Parigi Moutong menjadi daerah yang mewakili Sulawesi Tengah dalam tahapan tersebut.

Peluang ini diperoleh setelah salah satu dari dua proyek yang diajukan pemerintah kabupaten, yakni pengembangan kelapa dalam dan peternakan sapi perah terintegrasi, berhasil lolos kurasi. Proyek sapi perah kemudian memperoleh kesempatan untuk diperkenalkan lebih jauh kepada calon investor.

Rencana pengembangan peternakan sapi perah itu mencakup wilayah Kecamatan Parigi Selatan, Torue, hingga Sausu. Kawasan tersebut memiliki potensi lahan sekitar 35.157 hektare, dengan tahap awal pengembangan direncanakan melalui pembangunan peternakan percontohan seluas kurang lebih empat hektare.

Selain potensi lahan, pemerintah daerah menyoroti peluang pasar sebagai salah satu aspek pendukung kelayakan investasi. Kebutuhan susu diproyeksikan dapat menyasar sejumlah segmen, mulai dari 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Parigi Moutong, program pemenuhan gizi daerah, hingga hotel dan restoran di sepanjang koridor Palu menuju Teluk Tomini.

Pasar industri pengolahan susu nasional juga menjadi sasaran potensial, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasokan dari luar Pulau Jawa. Namun, realisasi peluang tersebut tetap memerlukan kajian lebih lanjut mengenai kapasitas produksi, kebutuhan pasar, infrastruktur pendukung, serta kelayakan usaha.

Di sisi lain, kepastian lahan menjadi perhatian dalam upaya menarik penanam modal. Erwin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membantu penyelesaian persoalan lahan yang mungkin bersinggungan dengan masyarakat sebelum investor memulai pembangunan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kejelasan status lahan dan penyelesaian persoalan sejak awal diharapkan dapat mengurangi hambatan dalam pelaksanaan proyek.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Parigi Moutong, Moko Ariyanto, mengatakan presentasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Forum Investasi Nasional (FIN).

Dalam forum itu, Parigi Moutong juga dijadwalkan memperoleh kesempatan membuka stan untuk memperkenalkan proyek peternakan sapi perah terintegrasi kepada calon investor. Kehadiran stan tersebut diharapkan memperluas akses promosi sekaligus membuka ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan pihak yang berminat menanamkan modal.

Kegiatan presentasi turut dihadiri jajaran perangkat daerah, antara lain Kepala Bappelitbangda, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan, Pelaksana Tugas Kepala DPMPTSP, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPRP, Kepala Bagian Kerja Sama Kabupaten Parigi Moutong, serta Kepala Bidang DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tengah.

Masuknya proyek sapi perah terintegrasi dalam enam besar IPRO nasional menjadi peluang bagi Parigi Moutong untuk memperkenalkan potensi ekonominya ke lingkup yang lebih luas. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan promosi tersebut menjadi minat investasi konkret, dengan dukungan kepastian lahan, kesiapan infrastruktur, perhitungan bisnis yang terukur, dan jaminan keberlanjutan produksi.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap proyek tersebut tidak hanya menarik modal baru, tetapi juga mendorong pengembangan sektor peternakan, membuka peluang usaha, dan memperkuat perekonomian daerah melalui pemanfaatan potensi lokal. (***)


Comment As:

Comment (0)