125 Huntap Kuwait Village II Resmi Jadi Rumah Warga Penyintas Bencana

PALU, SARARAMEDIA.ID - Upaya pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Kota Palu kembali mendapat dukungan melalui kerja sama kemanusiaan lintas negara. Sebanyak 125 unit Hunian Tetap (Huntap) Kuwait Village II di Jalan Malontara, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, resmi diserahkan kepada warga penerima manfaat, Minggu pagi, (13/9/2026) waktu setempat.

Peresmian kawasan hunian tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, sekaligus ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada salah seorang warga penerima manfaat.

Hadir pula perwakilan donatur Pemerintah Kerajaan Kuwait, Abdullah Al-Qulaish, dalam momentum yang menjadi penanda berlanjutnya dukungan kemanusiaan bagi masyarakat penyintas bencana di Sulawesi Tengah.

Pemerintah Kota Palu menyambut positif kontribusi Pemerintah Kerajaan Kuwait yang sejak bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi pada 28 September 2018 turut memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.

Wakil Wali Kota Imelda menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Kuwait melalui pembangunan hunian tetap tersebut.

"Alhamdulillah hari ini saya menghadiri peresmian Huntap, Hunian Tetap Mandiri bantuan dari Pemerintah Kuwait," ujar Imelda.

Ia menjelaskan, seluruh 125 unit rumah yang berada di kawasan Kuwait Village II telah dihuni oleh masyarakat penerima manfaat. Mayoritas penghuni merupakan warga Kota Palu yang terdampak langsung bencana 2018, termasuk penyintas dari kawasan Balaroa yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah akibat likuefaksi.

"Jadi ini bantuan dari mereka ada 125 rumah di dalam hunian ini dan semuanya Alhamdulillah sudah terisi oleh warga masyarakat. Sebagian besar lebih banyak orang Kota Palu yang menjadi korban gempa di Balaroa tahun 2018," katanya.

Selain warga Kota Palu, penerima manfaat juga berasal dari wilayah lain yang terdampak bencana, termasuk Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

Menurut Imelda, kehadiran Huntap Kuwait Village II memberikan arti penting bagi para penyintas yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal maupun harus tinggal di hunian sementara atau menyewa tempat tinggal setelah bencana.

Lebih dari sekadar bangunan fisik, keberadaan huntap tersebut dinilai memberikan kepastian tempat tinggal sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan sosial masyarakat pascabencana.

"Alhamdulillah masyarakatnya juga sangat terbantu dan sangat berterima kasih dengan wakaf yang diberikan dari Pemerintah Kuwait kepada masyarakat Kota Palu," ungkapnya.

Imelda juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan hunian yang telah dibangun melalui dukungan kemanusiaan tersebut.

Ia berharap warga penerima manfaat dapat merawat rumah masing-masing sekaligus menjaga kebersihan dan menata lingkungan secara bersama-sama agar kawasan Huntap Kuwait Village II semakin nyaman dan tertata.

"Kami juga berterima kasih kepada mereka dan berharap masyarakat bisa menjaga rumahnya dengan baik. Perkembangannya saya minta mereka menata dengan baik," tuturnya.

Bagi Pemerintah Kota Palu, pembangunan Kuwait Village II menjadi bagian dari perjalanan panjang rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Kehadiran 125 unit hunian ini sekaligus memperlihatkan bahwa proses pemulihan tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dukungan sosial dan kemanusiaan yang berkelanjutan.

Dari sisi kemanusiaan, bantuan tersebut menjadi wujud nyata solidaritas internasional dalam membantu masyarakat bangkit setelah bencana. Dukungan Pemerintah Kerajaan Kuwait juga memperkuat hubungan persahabatan Indonesia dan Kuwait yang diwujudkan melalui manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah Kota Palu berharap kawasan Kuwait Village II ke depan tidak sekadar menjadi tempat tinggal, tetapi tumbuh sebagai lingkungan permukiman yang aman, nyaman, bersih, tertata, serta mampu mendukung masyarakat penerima manfaat dalam membangun kembali kehidupan mereka secara berkelanjutan. (***)


Comment As:

Comment (0)