Herman Latabe Jemput Aspirasi Masyarakat Tuva

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Upaya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung terus dilakukan Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Herman Latabe, melalui agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari fungsi representasi dan pengawasan DPRD tersebut kali ini digelar di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Sabtu (22/8/2026), dengan melibatkan masyarakat, tokoh desa, kelompok perempuan, serta para petani setempat.

Reses menjadi forum strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang selama ini dirasakan di tingkat desa. Dalam dialog yang berlangsung terbuka dan penuh kekeluargaan tersebut, warga Desa Tuva menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai mendesak, khususnya terkait sektor pertanian, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu usulan prioritas yang mengemuka berasal dari kalangan petani, yakni perbaikan jaringan pengairan persawahan di Dusun II sepanjang kurang lebih 100 meter. Warga menilai kondisi saluran irigasi tersebut perlu mendapatkan perhatian karena berperan penting dalam menunjang distribusi air ke areal persawahan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Menurut warga, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi optimal sangat dibutuhkan untuk menjaga produktivitas pertanian serta mendukung ketahanan pangan di tingkat desa. Karena itu, perbaikan saluran pengairan diharapkan dapat masuk dalam prioritas pembangunan yang akan datang.

Selain sektor pertanian, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait dunia pendidikan. Warga mengusulkan kelanjutan pembangunan pagar SD Tuva guna meningkatkan keamanan lingkungan sekolah serta menciptakan suasana belajar yang lebih tertib, nyaman dan kondusif bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

Aspirasi lainnya datang dari kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang mengusulkan bantuan mesin penggiling rempah. Sarana tersebut dinilai dapat mendukung aktivitas pengolahan hasil produksi rumah tangga sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal yang selama ini terus berkembang di Desa Tuva.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Herman Latabe menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan penting dalam pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, khususnya dalam mengawal perencanaan pembangunan daerah agar tetap berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.

"Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan kebutuhan nyata yang lahir dari kondisi lapangan. Karena itu, seluruh usulan akan kami inventarisasi dan perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah," ujar Herman Latabe.

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan fondasi penting dalam mendorong kemajuan desa. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Herman Latabe menilai perbaikan jaringan pengairan akan berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian masyarakat. Sementara dukungan terhadap fasilitas pendidikan dan kelompok PKK menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi masyarakat desa.

Melalui kegiatan reses tersebut, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Tuva diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan Kabupaten Sigi. Dengan pendekatan pembangunan yang partisipatif, kebutuhan masyarakat dapat diakomodasi secara bertahap berdasarkan skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah.

Reses sendiri merupakan instrumen penting dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat. Melalui forum ini, suara petani, dunia pendidikan, serta kelompok pemberdayaan masyarakat Desa Tuva kini menjadi bagian dari agenda pembangunan yang akan terus diperjuangkan demi terwujudnya pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Sigi. (***)


Comment As:

Comment (0)