Hari Ketujuh Tanggap Darurat, Sigi Perkuat Mitigasi

FOTO : (Dari kiri), Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Drs. Nuim Hayat.,MM, Bupati Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos.,MSi dan Wakil Bupati Dr. Samuel Yansen Pongi, SE., M.Si saat membacakan press rilis di gedung Pusdalops BPBD Sigi di Maku, Senin malam, 22 Juni 2026. (Dok/SM)

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Memasuki hari ketujuh masa tanggap darurat bencana gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi sejak 16 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Sigi kembali menyampaikan perkembangan terbaru terkait dampak bencana, kondisi korban, serta langkah-langkah penanganan yang terus dilakukan untuk menjamin keselamatan masyarakat.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, didampingi Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi dan Sekretaris Daerah Nuim Hayat, menyampaikan langsung laporan perkembangan penanganan bencana dari Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Senin malam (22/6/2026) pukul 23.00 WITA.

Dalam penjelasannya, Bupati Sigi mengungkapkan bahwa kondisi seluruh korban luka akibat gempa saat ini telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sebanyak 78 korban yang sebelumnya mengalami luka ringan maupun luka berat telah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di rumah masing-masing.

"Alhamdulillah seluruh korban yang sebelumnya menjalani perawatan telah dinyatakan membaik oleh tim medis dan saat ini hanya menjalani pengobatan jalan. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja tanpa lelah sejak awal masa tanggap darurat," ujar Rizal.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sigi juga mengumumkan penutupan pendataan dampak gempa yang selama sepekan terakhir dilakukan oleh tim gabungan di lapangan. Berdasarkan data akhir yang dihimpun hingga Senin malam, jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 9.283 jiwa yang berasal dari 3.191 kepala keluarga (KK).

Sementara itu, jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 2.735 unit. Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan data awal kerusakan fisik dan belum diklasifikasikan ke dalam kategori rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat karena masih menunggu hasil asesmen teknis dari instansi terkait.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga tercatat mengalami kerusakan akibat gempa. Terdapat penambahan laporan kerusakan dari Desa Panau dan Desa Sidera. Secara keseluruhan, fasilitas yang terdampak meliputi tiga unit sekolah, satu kantor pemerintah, enam rumah ibadah, satu puskesmas pembantu (Pustu), dua pasar, tujuh jaringan irigasi, sembilan jaringan perpipaan air bersih, serta dua rumah adat.

Di sisi lain, aktivitas kegempaan masih terus terjadi. Berdasarkan pemantauan hingga Senin malam, jumlah gempa susulan yang tercatat telah mencapai 1.256 kejadian atau bertambah sekitar 107 kali dibandingkan data sehari sebelumnya. Meski demikian, pemerintah berharap intensitas gempa susulan akan terus menurun seiring perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut.
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, Pemerintah Kabupaten Sigi terus melakukan berbagai upaya mitigasi di lapangan. Salah satunya adalah penanganan material longsor dan potensi bendungan alami yang terbentuk akibat pergerakan tanah pascagempa dan berpotensi mengancam permukiman warga.

Bupati Rizal menjelaskan bahwa pada Senin malam pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BPBD, BMKG, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, Balai Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), TNI, Polri, serta perangkat daerah terkait untuk memastikan percepatan penanganan di sejumlah titik rawan.

Menurutnya, proses pembukaan jalur aliran air pada beberapa lokasi yang berpotensi menjadi ancaman telah mulai dilakukan oleh tim gabungan. Upaya tersebut akan dilanjutkan dan diperkuat dengan dukungan alat serta personel tambahan dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi III guna mencegah terjadinya genangan maupun banjir bandang yang dapat membahayakan masyarakat apabila terjadi gempa susulan.

"Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus bekerja memastikan setiap potensi ancaman dapat segera ditangani sehingga tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sigi memastikan akan terus memberikan informasi perkembangan terkini kepada masyarakat selama masa tanggap darurat berlangsung serta mengimbau warga untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah maupun instansi teknis terkait.

Hingga hari ketujuh pascagempa, seluruh unsur pemerintah, relawan, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak terkait masih terus bersinergi untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak di Kabupaten Sigi. (***)


Comment As:

Comment (0)