Tembus Desa Terpencil, Bupati Erwin Burase Genjot Sekolah dan Infrastruktur

PARIGI MOUTONG, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya dalam pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil. Hal ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, ke Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, pada Kamis (30/4/2026) kemarin.

Kunjungan tersebut menjadi momen penting, karena untuk pertama kalinya sejak daerah ini berdiri pada tahun 2002, seorang kepala daerah hadir langsung di desa terpencil tersebut guna melihat kondisi riil masyarakat.

Dalam agenda tersebut, Bupati meninjau langsung sejumlah fasilitas publik, khususnya sektor pendidikan dan infrastruktur dasar yang selama ini dinilai belum mendapatkan perhatian optimal.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah SD Terpencil Bainaa Barat. Dari hasil peninjauan, ditemukan kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan. Sekolah hanya memiliki dua ruang kelas yang digunakan oleh sekitar 70 siswa, dengan konstruksi dinding dan lantai berbahan kayu yang sudah lapuk.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Erwin Burase, langsung menginstruksikan langkah cepat kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, baik untuk penanganan darurat maupun program jangka panjang.

"Pendidikan adalah hak dasar setiap anak. Tidak boleh ada kesenjangan antara wilayah perkotaan dan desa terpencil," tegasnya.

Adapun langkah yang diinstruksikan meliputi:

• Rehabilitasi total bangunan sekolah

• Pengadaan meja, kursi, dan sarana belajar

• Pemasangan instalasi listrik dan jaringan internet

• Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG)

• Perbaikan akses jalan menuju sekolah

Selain sektor pendidikan, Bupati juga meninjau pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Dusun II dan Dusun III. Proyek yang dikerjakan oleh TNI tersebut saat ini telah mencapai progres sekitar 20 persen.

Keberadaan jembatan ini dinilai sangat vital, mengingat selama ini warga, termasuk pelajar, harus menyeberangi sungai dengan risiko tinggi untuk beraktivitas.

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan pada kondisi abrasi sungai yang mengancam pemukiman warga. Sedikitnya 10 kepala keluarga dilaporkan terdampak, dengan kondisi rumah yang terancam roboh akibat terkikis arus sungai.

Sebagai langkah mitigasi, Bupati menginstruksikan pembangunan bronjong atau penguatan tebing sungai guna mencegah kerusakan lebih lanjut.

Dalam keterangannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan di wilayah terpencil sebagai bagian dari upaya pemerataan.

"Kita ingin memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Infrastruktur harus dikebut, termasuk jembatan dan akses jalan, agar aktivitas warga, khususnya anak sekolah, lebih aman dan layak," ujarnya.

Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dan haru dari masyarakat Desa Bainaa Barat. Kepala desa dan tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah yang dinilai baru pertama kali dirasakan secara langsung.

Turut mendampingi dalam kunjungan ini antara lain Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Tinombo, serta sejumlah pejabat dari OPD terkait. (IKP)


Comment As:

Comment (0)