Dari Koja Mengalir Doa untuk Irma Yangka, Bantuan Air Bersih Disambut Penuh Syukur
- By REDAKSI --
- Tuesday, 28 Apr, 2026
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Bantuan 100 batang pipa air bersih yang disalurkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sigi, Irma Haflianty Yangka, untuk warga Desa Koja, Kecamatan Pipikoro, baru-baru ini tidak hanya disambut sebagai bantuan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan rasa haru dan syukur di tengah masyarakat.
Respon warga mengalir hangat. Lewat Ketua BPD Desa Koja, Erwin, pada awak media di Sigi, Selasa (28/4/2026) siang, masyarakat menyampaikan terima kasih mendalam atas bantuan yang dinilai sangat menjawab kebutuhan warga di desa tersebut.
Menurut Erwin, bantuan itu menjadi bukti kepedulian yang nyata terhadap persoalan dasar yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama terkait akses air bersih.
"Atas nama masyarakat Koja kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Ibu Irma. Kami sangat bersyukur atas bantuan pipa ini, karena ini memang kebutuhan masyarakat. Kami juga mendoakan semoga Tuhan membalas semua kebaikan beliau dengan kesehatan, kekuatan, umur panjang dan memberkati setiap rencana beliau ke depan," beber Erwin.
Ucapan itu, kata dia, lahir dari ketulusan masyarakat yang merasa diperhatikan. Bagi warga Koja, bantuan tersebut bukan semata pipa air, tetapi harapan agar kebutuhan dasar mereka perlahan bisa teratasi. Selama ini, persoalan akses air bersih masih menjadi tantangan bagi sebagian warga, sehingga bantuan 100 batang pipa tersebut dipandang sangat berarti untuk mendukung distribusi air ke permukiman masyarakat.
Erwin menilai, langkah Irma menunjukkan bahwa wakil rakyat bisa hadir bukan hanya lewat janji, tetapi melalui tindakan yang langsung dirasakan manfaatnya.
Terpisah, Irma Yangka sapaan akrab Irma Haflianty Yangka, mengemukakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian pada infrastruktur dasar. Menurut Politikus NasDem Sulteng ini, Desa Koja menjadi langkah awal dari ikhtiar yang akan terus dilanjutkan.
"Koja ini awal, desa-desa lain juga akan kita lihat kebutuhannya dan diupayakan menyusul. Yang penting ada action nyata untuk masyarakat," akuinya.
Ia menegaskan, bantuan itu berasal dari kepedulian pribadi sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk ikut mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Respon hangat warga Koja pun menjadi gambaran bahwa bantuan sederhana bisa bermakna besar ketika menyentuh kebutuhan yang tepat. Dari bantuan itu, tidak hanya air yang diharapkan mengalir lebih lancar, tetapi juga semangat gotong royong dan harapan masyarakat untuk pelayanan dasar yang lebih baik.
Di Koja, bantuan itu datang bukan sekedar sebagai program, tetapi sebagai perhatian yang dirasakan. Maka tak heran jika yang mengalir setelah penyerahan pipa bukan hanya air yang diharapkan, tetapi juga doa-doa tulus masyarakat untuk sosok yang mereka nilai hadir membawa manfaat. (***)
Editor : NinG/SM
