PMI Parigi Moutong Punya Ketua Baru
- By REDAKSI --
- Sunday, 03 Aug, 2025
PARIGI MOUTONG, Sararamedia.id - Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-V Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parigi Moutong resmi menetapkan Hestiwati Nanga Erwin sebagai Ketua PMI masa bakti 2025-2030. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (1-2 Agustus 2025), di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong.
Muskab dihadiri oleh para pengurus PMI, relawan, dan perwakilan dari berbagai kecamatan se Kabupaten Parigi Moutong. Dalam penutupan resmi, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musyawarah dan menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan baru PMI.
``Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada panitia dan seluruh peserta. Selamat kepada Ketua PMI terpilih, semoga dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi untuk memperkuat peran PMI sebagai mitra strategis di bidang kemanusiaan,`` ucap Erwin di Parigi, Sabtu (2/8/2025) waktu setempat.
Dalam pidato perdananya, Hesti menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut bukan sekadar posisi, tetapi tanggung jawab moral untuk melayani kemanusiaan.
``PMI bukan tempat untuk mencari keuntungan, tetapi ruang pengabdian. Saya berkomitmen memimpin PMI dengan transparansi, integritas, dan kerja nyata,`` ungkapnya.
Hesti juga memaparkan lima komitmen utama yang akan menjadi arah kebijakan kepemimpinannya:
1. Penguatan kelembagaan PMI hingga tingkat kecamatan dan desa.
2. Peningkatan kapasitas SDM relawan agar tangguh, terlatih, dan siap siaga.
3. Perluasan cakupan pelayanan donor darah dan kesiapsiagaan bencana.
4. Penguatan sinergi dengan pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat.
5. Pemberdayaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja dan Korps Sukarela (KSR).
Ia pun memberikan penghargaan kepada pengurus sebelumnya atas kontribusinya dalam membangun PMI Parigi Moutong yang solid dan terpercaya.
``Mari kita rawat semangat gotong royong ini. PMI harus hadir sebagai garda terdepan dalam setiap situasi darurat. Di balik setiap kebutuhan darah dan bencana, selalu ada tangan-tangan relawan yang tulus``. tutup Hesti. (***)
