Irwan Lapatta Dukung Pemuda Sigi Bangun Ruang Seni Mandiri

SIGI, Sararamedia.id - Tokoh masyarakat dan mantan Bupati Sigi periode 2016-2025, Mohamad Irwan Lapatta, menghadiri kegiatan seni budaya bertajuk BOSARA (Bongi Mposarara) yang digelar oleh DPC PAPPRI Kabupaten Sigi bersama pemuda Desa Lolu dan Mpanau, Sabtu malam (2/8/2025), di RTH Taman Likuifaksi, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru.

Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Kreatif: Bergerak, Bertumbuh dan Berdampak” ini memadukan pertunjukan seni dan sesi dialog publik. Irwan Lapatta hadir tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga sebagai pembicara dalam talkshow yang menjadi bagian utama acara.

Dalam sambutannya, Irwan mengapresiasi semangat kemandirian para pemuda yang mampu menginisiasi kegiatan secara swadaya tanpa bergantung pada anggaran pemerintah.

``Saya sangat menyambut baik inisiatif ini. Ini adalah bentuk keberanian yang jarang terlihat. Pemerintah memang bisa menjadi jembatan, tapi bukan berarti kita harus menunggu terus-menerus. Salut untuk teman-teman yang bergerak dengan mandiri,`` ujarnya.

Irwan juga mengajak pemuda untuk terus bersatu membangun ruang kreatif di berbagai wilayah Sigi. Ia mengingatkan bahwa sejarah bangsa ini juga dimulai dari ruang-ruang kecil yang melahirkan kesadaran besar.

``Kita harus belajar dari pergerakan pemuda sejak 1908. Kesadaran kolektif dan perubahan besar lahir dari keberanian dan komitmen, bukan semata-mata dari materi,`` katanya.

Irwan turut mengenang upayanya semasa menjabat sebagai bupati dalam mendorong kemajuan seni budaya melalui peran aktif Dewan Kesenian dan PAPPRI, termasuk pembangunan studio rekaman dan penyediaan alat kesenian.

``Saya ingin studio rekaman yang sudah ada dilengkapi peralatan modern dan tradisional. Itu aset penting bagi para seniman Sigi agar bisa berkarya dan mandiri secara ekonomi. Saya percaya Bupati Rizal dan Wakil Bupati Samuel bisa melanjutkan mimpi ini,`` tandasnya.

Ia juga menekankan pentingnya melihat Sigi sebagai satu kesatuan utuh tanpa sekat wilayah administratif.

``Sigi ini satu. Tidak perlu terkotak antara Biromaru, Dolo, Kulawi, Marawola, Palolo, dan lainnya. Kalau ingin kuat, ya harus bersatu,`` ucapnya penuh semangat.

Selain itu, Irwan berharap agar fasilitas publik seperti Taman Likuifaksi, Taman Taiganja, dan Waterboom Kabobona bisa difungsikan optimal sebagai ruang seni dan pusat ekonomi kreatif berbasis UMKM.

Di akhir paparannya, Irwan berpesan kepada generasi muda untuk tak hanya bergerak, tetapi juga terus bertumbuh dan memberi manfaat.

``Jangan takut karena tidak punya uang, jangan gentar menghadapi tantangan. Hidup ini harus diperjuangkan. Pemuda Sigi punya potensi besar, tinggal bagaimana kita terus belajar dan bertumbuh bersama,`` terangnya.

Sementara itu, Ketua DPC PAPPRI Sigi, Yudhi Nugraha, menjelaskan bahwa BOSARA merupakan singkatan dari Bongi Mposarara, yang berarti “malam penuh persaudaraan”.

``Lewat BOSARA, kami ingin memberikan ruang ekspresi bagi generasi muda melalui pertunjukan seni, sekaligus memperkuat solidaritas dan mempererat tali silaturahmi antarwilayah,`` jelas Yudhi.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali ruang-ruang publik agar tidak hanya menjadi bangunan mati, tetapi aktif sebagai pusat tumbuhnya karya dan komunitas kreatif.

``Ruang-ruang publik yang telah dibangun pemerintah harus menjadi tempat lahirnya karya-karya positif dari anak muda Sigi``. pungkasnya. (***)


Comment As:

Comment (0)