Gubernur Sulteng Janji Turun Tangan Selesaikan Konflik Lahan Winangabino

PALU, Sararamedia.id - Satgas Penyelesaian Konflik Agraria Provinsi Sulawesi Tengah mendampingi perwakilan masyarakat Desa Winangabino, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, dalam pertemuan langsung dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, Kamis (26/6/2025) waktu setempat.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat mengungkapkan keluh kesah terkait konflik agraria berkepanjangan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT. Karunia Alam Makmur. Warga menyebutkan bahwa lahan yang selama ini mereka kelola secara turun-temurun telah diklaim sepihak oleh perusahaan sebagai bagian dari konsesi Hak Guna Usaha (HGU).

Awalnya, perusahaan menjanjikan skema kemitraan plasma kepada warga. Namun, hingga kebun sawit berbuah, warga mengaku tidak pernah menerima keuntungan sedikit pun. Ironisnya, mereka justru dibebani utang miliaran rupiah oleh pihak perusahaan tanpa kejelasan skema dan transparansi.

``Lahan kami sudah diambil, kami justru dibebani utang. Ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga,`` ujar salah seorang perwakilan warga.

Berbagai upaya telah ditempuh masyarakat, termasuk melibatkan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara untuk mediasi. Namun hingga kini, belum ada solusi konkret yang berpihak kepada warga.

Kepada Gubernur, masyarakat menyampaikan harapan besar agar Pemerintah Provinsi dapat mengambil alih penyelesaian konflik ini secara adil.

``Kami datang membawa harapan terakhir. Kami percaya hanya Bapak Gubernur yang bisa membantu menyelesaikan penderitaan kami,`` ujar warga lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyatakan keprihatinannya atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia menegaskan akan segera menyurati pihak PT. Karunia Alam Makmur dan dalam waktu dekat akan berkunjung langsung ke Desa Winangabino untuk meninjau kondisi di lapangan.

``Saya akan turun langsung dan pastikan perusahaan menanggapi keluhan ini secara serius. Rakyat tidak boleh terus-menerus menjadi korban dalam investasi yang tidak berkeadilan``. tegas Gubernur.

Pertemuan ini menjadi titik awal baru dalam upaya penyelesaian konflik agraria di wilayah Sulawesi Tengah secara lebih tegas dan berpihak kepada masyarakat adat serta petani lokal. (***)


Comment As:

Comment (0)