PT Vale Dorong Hilirisasi Nikel dengan HPAL
- By REDAKSI --
- Tuesday, 11 Mar, 2025
KOLAKA, Sararamedia.id - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, yang kini memasuki fase konstruksi utama. Hingga Desember 2024, pencapaian laporan kunci perizinan proyek pertambangan greenfield saprolite dan limonite telah mencapai 49 persen, menandai langkah penting dalam investasi strategis senilai USD 4,5 miliar.
Agus Hikmawan, Construction Project Manager Specialist IGP Pomalaa, menegaskan bahwa proyek ini dirancang tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan dan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
``Kami melihat proyek IGP Pomalaa sebagai katalisator yang tidak hanya mempercepat pembangunan industri nikel di Indonesia tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi lokal, serta inisiatif keberlanjutan,`` ujarnya, Selasa (11/3/2025) waktu setempat.
Sebagai salah satu proyek prioritas nasional, IGP Pomalaa telah menyerap 2.577 tenaga kerja hingga akhir 2024, berdasarkan laporan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kolaka. Selain itu, kontribusi PT Vale terhadap pendapatan daerah melalui pajak mencapai Rp. 4 miliar, yang membuatnya dianugerahi penghargaan
Saat ini, PT Vale tengah mempercepat pembangunan infrastruktur tambang, termasuk jalan tambang (MHR), sistem pengolahan air limbah, fasilitas penyimpanan bijih, dan pusat kendali operasional. Proyek ini akan mendukung operasional pabrik High-Pressure Acid Leach (HPAL) yang menjadi bagian penting dalam strategi hilirisasi industri nikel nasional.
``Fokus utama kami adalah memastikan bahwa setiap tahap konstruksi berjalan sesuai target dan memenuhi standar keberlanjutan global,`` tambah Agus.
Keselamatan kerja menjadi prioritas dalam proyek ini. Guntur Suryaninghadi, HSOR Senior Manager PT Vale IGP Pomalaa, menekankan pentingnya pengendalian risiko kerja untuk menciptakan lingkungan yang aman dan produktif.
``Jika kita mampu mengendalikan setiap potensi bahaya di tempat kerja, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang aman tetapi juga membuka jalan bagi produktivitas yang lebih tinggi,`` ujarnya lagi.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, PT Vale membangun Pusat Persemaian (Nursery) yang akan menghasilkan 1 juta bibit per tahun untuk reklamasi lahan pascatambang. Fasilitas ini berdampingan dengan Kebun Raya Kolaka, menjadikannya bagian dari ekosistem hijau yang mendukung rehabilitasi lingkungan tambang.
PT Vale aktif dalam program Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Program Pengembangan Masyarakat (PPM). Pada Desember 2024, PT Vale mengadakan Operasi Katarak Gratis, selaras dengan SDGs 3 (Good Health and Well-being).
``Kami ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar inisiatif, tetapi bagian dari budaya perusahaan yang berdampak nyata bagi masyarakat,`` kata Agus.
Di sektor ekonomi, PT Vale menjalankan program pertanian organik, pelatihan herbal bagi petani lokal, serta beasiswa bagi mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di Kolaka.
Dengan pencapaian strategis ini, PT Vale semakin mempertegas posisinya sebagai pemimpin dalam industri nikel berkelanjutan di Indonesia.
``Keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kita menambang, tetapi bagaimana kita menciptakan warisan positif bagi daerah dan masyarakat tempat kita beroperasi``. pungkas Vanda Kusumaningrum, Head of Corporate Communications PT Vale, dalam acara media iftar.
Kontak Media.
Vanda Kusumaningrum
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk Vanda.Kusumaningrum@vale.com +62 811-1701-1857
