ARPG Usulkan Ridwan Nontji Sebagai Komisaris BUMN
- By REDAKSI --
- Tuesday, 17 Dec, 2024
DK JAKARTA, Sararamedia.id - Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo-Gibran (ARPG), Syafrudin Budiman, secara resmi mengusulkan nama Mohammad Ridwan Nontji untuk mengisi jabatan komisaris di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Usulan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
``ARPG ikut berkomitmen mengawal program-program Prabowo-Gibran dengan menempatkan orang-orang terbaiknya dalam mendorong kemandirian bangsa lewat swasembada pangan, penguatan kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,`` ujar Syafrudin Budiman kepada media, Selasa siang, (17/12/2024) di Jakarta.
Profil Ridwan Nontji, Pemimpin Muda dengan Visi Besar ✓
Mohammad Ridwan Nontji, lahir di Ongka, 9 November 1983, merupakan putra dari pasangan H. Nontji Beddu Karim dan Hj. Arawiyah Lanongko. Pria berusia 41 tahun ini memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Saat ini, Ridwan Nontji memimpin sejumlah organisasi strategis yang berfokus pada pembangunan ketahanan pangan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kabupaten Parigi Moutong periode 2023-2028 dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Parigi Moutong periode 2023-2026.
Ridwan Nontji dikenal sebagai sosok yang proaktif dalam mendukung langkah-langkah strategis pemerintah pusat dan daerah. Ia menginisiasi pengoptimalan pemanfaatan lahan pertanian demi mewujudkan program swasembada pangan nasional, salah satu prioritas dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo-Gibran.
``Swasembada pangan adalah program prioritas nasional yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri. Upaya ini membutuhkan kolaborasi yang kuat dari pemerintah pusat, daerah, serta dukungan masyarakat luas,`` tegas Ridwan Nontji.
Melalui Pemuda Tani Indonesia (PTI) Parigi Moutong, Ridwan mendorong pemerintah pusat dan daerah agar memaksimalkan sumber daya lahan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi usaha tani. Upaya ini dilakukan untuk mengembangkan komoditas tanaman pangan dan hortikultura.
Selain itu, RN juga mendorong pengembangan komoditas unggulan nasional dan daerah yang sesuai dengan potensi wilayah dan peluang pasar. Ia berfokus pada penerapan teknologi budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP) serta meningkatkan produktivitas melalui pendampingan teknis kepada para petani.
Sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian, Ridwan Nontji juga menitikberatkan pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pertanian. Ia mendorong pembinaan petani agar lebih terampil, profesional, dan mandiri. Program pemberdayaan petani meliputi penyediaan sarana produksi seperti benih unggul, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), serta percepatan penyediaan dan sertifikasi benih tanaman pangan dan hortikultura.
Di era transformasi digital, RN juga mendorong pemanfaatan inovasi teknologi dan digitalisasi data pertanian. Langkah ini bertujuan agar data pertanian lebih akurat, terkoneksi, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Sebagai upaya membangun masa depan pertanian yang berkelanjutan, Ridwan Nontji mengajak kaum milenial dan generasi Z untuk terjun ke sektor pertanian. Salah satu langkahnya adalah mendorong pengembangan pertanian berbasis kawasan serta pengelolaan pertanian modern yang lebih menarik minat generasi muda.
``Kami juga mendorong pengembangan kapasitas kelembagaan ekonomi petani berbasis kawasan dan pertanian modern untuk menarik minat generasi milenial dan Gen Z agar mau berwirausaha di sektor pertanian``. tutup Ridwan Nontji.
Usulan pengangkatan Ridwan Nontji sebagai komisaris BUMN diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya di sektor swasembada pangan dan penguatan UMKM. Sebagai figur muda dengan latar belakang pendidikan, organisasi, dan pengalaman lapangan yang kuat, Ridwan dinilai layak untuk mengemban tugas strategis ini. (***)
