Sarara Media
Peduli Sungai Saluki, KRAK Sulteng Wanti-wanti adanya Keterlibatan Pokja, Jadi Sorotan
Monday, 18 Mar 2024 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

Foto : Istimewa

PALU, Sararamedia.net - Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III telah mengumumkan pekerjaan baru River Improvement and sedimen control In Saluki River Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Pekerjaan tersebut adalah peningkatan sungai dan pengendalian sedimen. Namun, ada kekhawatiran terkait proses lelang kontraktor, di mana perusahaan yang menawar di bawah 80 persen Evaluasi Kewajaran Harga (EKH) dapat memenangkan kontrak. 

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Koalisi Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Sulteng, Harsono Bareki, mewanti-wanti adanya keterlibatan panitia seleksi (Pokja) dalam memilih pemenang kontrak juga menjadi sorotan, menimbulkan kekhawatiran keberpihakan yang mungkin terjadi.

Ia menuturkan, keputusan untuk memilih kontraktor yang menawar di bawah 80 persen EKH ini telah menimbulkan kekhawatiran akan kualitas pekerjaan  dilakukan.

``Pengalaman dari proyek-proyek sebelumnya menunjukkan bahwa, perusahaan menawar di bawah harga ini seringkali mengalami kendala dalam pelaksanaan proyek,`` tutur Harsono di temui saat buka puasa bersama Forum Wartawan Kejati (Forwaka) Sulteng, di kantin Kejaksaaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng), Selasa sore, (19/3/2024).

Harsono menyebut, hal ini menjadi perhatian serius karena pekerjaan di Sungai Saluki sangat penting untuk meningkatkan kualitas sungai dan mengendalikan sedimen.

Pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat, menekankan perlunya transparansi dan keadilan dalam proses lelang kontrak tersebut.

Olehnya, Ia memperingatkan bahwa keputusan tidak tepat dalam memilih kontraktor akan berdampak negatif pada hasil akhir pekerjaan.

Kualitas sungai ditingkatkan dan pengendalian sedimen efektif adalah hal  vital bagi lingkungan dan keberlanjutan wilayah tersebut.

Meski terdapat kekhawatiran terkait proses lelang dan pemilihan kontraktor, sambung Harsono, pihaknya memastikan bahwa mereka memonitor proyek tersebut secara ketat. 

``Jangan sampai Pokja "main mata" dan lebih profesional,`` tegasnya.

Mereka berjanji untuk memastikan bahwa kualitas pekerjaan tetap terjaga dan tujuan proyek tercapai. Dalam upaya meningkatkan transparansi.

Keterlibatan aktif dari pemerintah daerah, masyarakat dan pihak terkait lainnya diharapkan dapat membantu memastikan bahwa proyek tersebut  berjalan lancar dan menghasilkan hasil yang optimal. 

Sungai Saluki adalah aset penting bagi wilayah Kabupaten Sigi dan upaya untuk meningkatkan kondisinya harus dilakukan dengan cermat dan bertanggung jawab. 

Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan proyek ini akan sukses dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat setempat. (Jml/Kar)