Sarara Media
Gerakan Sat Set Pj. Bupati Morowali Sikapi Persoalan Tambang Batu Gamping
Wednesday, 28 Feb 2024 00:00 am
Sarara Media

Sarara Media

MOROWALI, Sararamedia.net - Setelah mengunjungi beberapa kecamatan se Kabupaten Morowali, Penjabat (Pj) Bupati Morowali, A Rachmansyah Ismail, diperhadapkan dengan puluhan masyarakat dari dua desa yang sedang berunjuk rasa di depan rumah jabatan yang saat ini di pergunakan sebagai berkantor sementara di akibatkan Kantor Bupati masih dalam masa rehab. 

Adalah masyarakat Desa Loroue dan Desa Geresa, Kecamatan Bungku Timur yang berunjuk rasa kala itu. Kedatangan warga merujuk pada protes rencana kehadiran pertambangan batu gamping diwilayah itu. 

Menyikapi protes masyarakat, Pj. Bupati Rachmansyah langsung berinisiatif melakukan pertemuan bersama para perwakilan masyarakat di dua desa tersebut.

``Sudah tadi subuh tiba dan langsung lakukan pertemuan dengan mereka, dalam pertemuan itu clear. Persoalan ini sebenarnya dari tahun-tahun kemarin.  Jelas yang awal ini sebenarnya tidak masalah. Hanya saja, ada hal-hal internal dan masyarakat ada yang pro ada juga yang tidak (kontra). Dan tim langsung kami perintahkan ke lokasi di dua desa itu yakni Desa Geresa dan Laroue,`` kata Pj. Bupati Rachmansyah menjawab konfirmasi media ini, Rabu sore, (28/2/2024) Via Handphone.

Menurutnya, Tim Musrembang keliling pulau selama 5 hari di 3 kecamatan yakni  Kecamatan Bungku Selatan, Sambori Kepulauan dan Menui Kepulauan. 

``Setelah keliling di tiga kecamatan di pulau itu, langsung bertemu dengan masyarakat. Bahkan belum ada istirahat. Tiba tadi malam (selasa) jam 7 langsung giat sampai jam 3 pagi,`` ungkapnya.

Diketahui, sebelum Pj. Bupati Rachmansyah tiba dari beberapa wilayah kecamatan yang berada di pulau tersebut, puluhan masyarakat bersama mahasiswa dan kepala desa menduduki bahkan bertenda di rumah jabatan Bupati. Mereka menolak rencana pertambangan batu gamping dengan alasan kampung mereka tak mau hancur.

Kata Pj. Bupati, setelah dilakukan pertemuan, tim langsung ke lapangan menemui masyarakat dari dua desa yang selanjutnya warga dua desa tersebut telah kembali ke rumah masing-masing. 

``Persoalan ini kita harus sikapi dengan baik, agar tidak merugikan masyarakat kami``. tegas Eks Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah itu. (***)