Sarara Media
Indosat Perkuat Bisnis Telekomunikasi, Ekspansi AI Bidik Pasar Global
Friday, 30 Oct 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

DKI JAKARTA, SARARAMEDIA.ID - PT. Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 11 persen sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan digital, perusahaan telekomunikasi ini mulai memanfaatkan kekuatan bisnis utamanya untuk memperluas ekspansi ke industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Hingga September 2026, pendapatan Indosat mencapai Rp.45,8 triliun. EBITDA tercatat sebesar Rp.21,1 triliun, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp.4,9 triliun.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa bisnis telekomunikasi masih menjadi penopang utama pertumbuhan perusahaan. Namun, Indosat tidak ingin berhenti pada layanan konektivitas. Perusahaan mulai mengembangkan AI sebagai sumber pendapatan baru sekaligus membuka peluang bisnis di sektor teknologi yang diperkirakan terus berkembang.

Penguatan bisnis utama dilakukan melalui strategi AI hyper-personalization, yakni pemanfaatan data dan kecerdasan buatan untuk memahami kebutuhan serta perilaku pelanggan. Strategi ini diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna sekaligus meningkatkan nilai bisnis.

Hasilnya, rata-rata pendapatan per pelanggan atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan meningkat 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp.46.000. Pada periode yang sama, trafik data tumbuh 16 persen menjadi 14.829 petabyte.

Pertumbuhan tersebut juga ditopang investasi berkelanjutan pada kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan teknologi 5G.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan kekuatan bisnis telekomunikasi menjadi modal penting bagi perusahaan untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

Menurut dia, peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta optimalisasi investasi jaringan tetap menjadi prioritas perusahaan. Kekuatan finansial dari bisnis utama itulah yang memungkinkan Indosat memperbesar investasi di bidang AI.

"Investasi kami di bidang AI kini mulai menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata. Kami juga terus membangun kapabilitas untuk menjawab tingginya kebutuhan akan infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia maupun di kancah global," kata Vikram.

Ekspansi Indosat ke sektor AI mulai memperlihatkan hasil komersial. Pendapatan Indosat AI Cloud mencapai USD50 juta selama sembilan bulan pertama 2026. Angka ini melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang tercatat sebesar USD28 juta.

Perusahaan memperkirakan pendapatan tersebut dapat mencapai USD100 juta hingga akhir 2026. Proyeksi ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan komputasi AI dan teknologi cloud.

Indosat juga tengah membangun ekosistem AI terintegrasi atau full-stack AI. Pengembangannya mencakup jaringan konektivitas, infrastruktur fiber optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.

Salah satu penopangnya adalah RAIA Grid yang memiliki jaringan fiber optik sepanjang 86.000 kilometer. Infrastruktur ini dirancang untuk menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan penerapan AI.

Selain itu, Indosat mengembangkan Zankore by Indosat sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur AI generasi berikutnya. Dalam rencana jangka panjangnya, perusahaan menargetkan kapasitas infrastruktur AI hingga 1 gigawatt (GW).

Untuk memperluas akses layanan tersebut ke kalangan korporasi, Indosat juga menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5.

Layanan ini memberikan akses terintegrasi terhadap model dan infrastruktur AI bagi pelanggan perusahaan. Melalui solusi tersebut, pelaku usaha dapat mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas penerapannya sesuai kebutuhan bisnis.

Kehadiran perusahaan teknologi global sebagai pelanggan juga menjadi bagian dari upaya Indosat mengubah investasi infrastruktur AI menjadi sumber pendapatan komersial.

Langkah Indosat ini menandai perubahan arah bisnis perusahaan telekomunikasi yang kini mulai membidik peluang lebih luas di industri teknologi. Konektivitas tidak lagi sekadar layanan utama, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun bisnis AI.

Dengan pertumbuhan pendapatan dua digit dan mulai terbukanya pasar AI, tantangan berikutnya adalah menjaga kinerja bisnis telekomunikasi sekaligus memastikan investasi teknologi tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan jangka panjang. (***)