Sarara Media
Pemkot Palu Siapkan Kuota Khusus 10 Pengusaha Difabel dalam Program Bantuan Usaha
Thursday, 29 Oct 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PALU, SARARAMEDIA.ID - Kesempatan mengembangkan usaha kini terbuka bagi pelaku usaha penyandang disabilitas di Kota Palu. Pemerintah Kota Palu memberikan kuota khusus bagi 10 pengusaha difabel untuk mengikuti program pengembangan kewirausahaan yang digelar melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja.

Program ini menjadi bagian dari 53 program Pemerintah Kota Palu, khususnya agenda mewujudkan kota ramah difabel. Melalui kebijakan tersebut, pelaku usaha penyandang disabilitas mendapat kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Zulkifli, mengatakan peserta difabel tidak mendapat perlakuan berbeda dalam program tersebut. Mereka mengikuti tahapan dan sistem yang sama dengan peserta lainnya.

"Difabel juga tidak kita bedakan. Sistemnya sama dengan teman-teman yang lain. Ini terkait program Pemerintah Kota Palu yang masuk dalam 53 program, yaitu Kota Palu ramah difabel," kata Zulkifli usai menutup Pelatihan Wirausaha di Media Center Universitas Tadulako, Jumat (30/10/2026).

Menurut Zulkifli, program bantuan modal bagi wirausaha muda itu telah memasuki tahap akhir. Sebelum menerima bantuan, peserta terlebih dahulu mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari.

Materi yang diberikan mencakup pengembangan dan pengelolaan usaha. Sejumlah narasumber dilibatkan, mulai dari pihak inkubator bisnis (Inbis), akademisi, pendamping halal, hingga Kejaksaan.

Zulkifli berharap pelatihan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas, tetapi benar-benar diterapkan peserta dalam menjalankan usaha masing-masing.

"Walaupun pelatihannya cukup singkat, hanya tiga hari, mudah-mudahan materi yang disampaikan bisa menjadi tambahan ilmu bagi mereka untuk diaplikasikan dalam kegiatan usaha," ujarnya.

Dari lebih 200 pendaftar, sebanyak 165 peserta dinyatakan lolos seleksi yang dilakukan bersama pihak inkubator bisnis dan dinas terkait. Masing-masing usaha yang memenuhi ketentuan program direncanakan memperoleh bantuan modal sebesar Rp5 juta.

Zulkifli menyebut program bantuan kewirausahaan tersebut merupakan pelaksanaan untuk kedua kalinya. Pemkot Palu berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan pada tahun mendatang. Masukan peserta, termasuk aspirasi mengenai penambahan kuota penerima bantuan, juga diharapkan menjadi bahan evaluasi.

Salah satu peserta difabel, Elisabriani (30), menyambut baik kesempatan tersebut. Pelaku usaha kerajinan rajut dengan merek Elisa Rajut itu mengaku baru pertama kali mengikuti program yang diselenggarakan Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu.

Ia menyampaikan terima kasih karena penyandang disabilitas turut diberi ruang untuk mengikuti pelatihan dan mengembangkan usaha.

"Kami berterima kasih banyak atas perhatian pemerintah, khususnya Dinas UMKM kepada kami penyandang disabilitas. Pemerintah sudah membuka peluang bagi kami sehingga kami juga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini," kata Elisabriani.

Bagi Elisabriani, kesempatan tersebut menjadi peluang untuk menambah pengetahuan dan memperkuat usaha kerajinan yang selama ini dijalankannya. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan untuk mengembangkan Elisa Rajut ke depan.

Pemberian kuota khusus bagi pengusaha difabel menjadi salah satu upaya membuka akses ekonomi yang lebih luas. Namun, kesempatan mengikuti pelatihan tentu perlu diikuti dukungan berkelanjutan agar usaha mereka tidak berhenti pada tahap penerimaan bantuan modal. (***)