Sarara Media
Hari Sumpah Pemuda 2026, Bangun Masa Depan dengan Pengabdian
Tuesday, 27 Oct 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PALU, SARARAMEDIA.ID - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dokter Reny A. Lamadjido, mengajak generasi muda menumbuhkan semangat patriotisme, kegigihan dalam menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama. Pesan itu disampaikan saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu pagi, (28/10/2026) waktu setempat.

Dalam sambutan tersebut, Reny menegaskan bahwa Sumpah Pemuda tidak semestinya hanya dikenang sebagai peristiwa bersejarah. Ikrar yang lahir pada 1928 itu perlu terus diwujudkan melalui sikap, karakter, dan tindakan nyata generasi penerus bangsa.

"Semangat itu harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Menpora.

Pesan itu juga menyoroti makna kemajuan Indonesia. Pembangunan fisik, perkembangan teknologi, dan kekayaan alam memang penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah bangsa. Kualitas sumber daya manusia, kekuatan karakter, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan tersebut.

Karena itu, generasi muda didorong untuk mengembangkan tiga karakter utama: patriotik, gigih, dan berempati.

Sikap patriotik tidak cukup ditunjukkan melalui ungkapan cinta tanah air. Patriotisme perlu hadir dalam pengabdian dan kontribusi bagi masyarakat. Kegigihan juga tidak sebatas keberanian menghadapi tantangan, melainkan kemampuan untuk bangkit ketika mengalami kegagalan dan terus berusaha memberikan yang terbaik.

Di sisi lain, empati mengingatkan setiap orang agar tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi. Kepedulian terhadap kesulitan orang lain menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan bersama.

"Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," demikian pesan dalam sambutan tersebut.

Menpora juga mengajak pemuda Indonesia berani menetapkan cita-cita tinggi dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Namun, pencapaian pribadi hendaknya tidak membuat generasi muda kehilangan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Pemuda, menurut pesan tersebut, perlu berani mengambil peran kepemimpinan sekaligus memiliki kemauan untuk melayani. Ilmu pengetahuan, karya, dan pengorbanan yang diberikan untuk kepentingan masyarakat merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap Indonesia.

Dengan semangat itu, peringatan Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Momentum ini perlu menjadi pengingat bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam pembangunan, memperkuat persatuan, dan menjaga semangat pengabdian di tengah berbagai perubahan zaman.

Menutup sambutannya, Reny menyampaikan ajakan agar pemuda Indonesia terus membangun karakter patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, serta berempati dalam kehidupan bermasyarakat.

"Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama," demikian pesan penutup sambutan Menpora.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta peserta upacara. (***)