Sarara Media
Udara Palu Masih Tidak Sehat, Hadianto Rasyid Perpanjang Sekolah Daring
Tuesday, 20 Oct 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PALU, SARARAMEDIA.ID - Aktivitas belajar di ruang kelas belum dapat dipastikan kembali berjalan normal di Kota Palu. Pemerintah kota memperpanjang pembelajaran secara daring menyusul penurunan kualitas udara yang dinilai berisiko bagi kesehatan, terutama anak-anak dan kelompok masyarakat rentan.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyampaikan kebijakan tersebut bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presly Tampubolon, di rumah jabatan wali kota, Rabu, (21/10/2026).

Hadianto menjelaskan, kualitas udara di Palu sempat menunjukkan perbaikan dalam dua hingga tiga hari sebelumnya. Namun, berdasarkan data pemantauan terbaru yang diterima BPBD dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi udara kembali mengalami penurunan.

Data yang disampaikan pemerintah kota mencatat partikulat PM1 sebesar 157 mikrogram per meter kubik (µg/m⊃3;), PM2.5 sebesar 150 µg/m⊃3;, dan PM10 sebesar 159 µg/m⊃3;. Dalam keterangan tersebut, kondisi udara dinyatakan tidak sehat meski cuaca dilaporkan cerah berawan.

"Artinya, udara Kota Palu saat ini masih dalam kondisi yang kurang baik atau tidak sehat," ujar Hadianto.

Atas kondisi tersebut, Pemkot Palu memutuskan memperpanjang pembelajaran daring untuk melindungi kesehatan peserta didik selama kualitas udara belum membaik.

Pemerintah kota akan memantau perkembangan kondisi udara hingga akhir pekan, yakni Sabtu atau Minggu, 24-25 Oktober 2026. Hasil pemantauan itu akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026.

Hadianto mengatakan pemerintah berharap kondisi udara segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat kembali berlangsung secara langsung.

"Kami berharap pembelajaran tatap muka bisa secepatnya dilaksanakan. Oleh karena itu, kita berdoa semoga kondisi udara semakin baik," katanya.

Kepastian pelaksanaan pembelajaran tatap muka akan disampaikan lebih lanjut melalui pengumuman resmi pemerintah kota. Karena itu, satuan pendidikan diminta mengikuti perkembangan informasi dan mematuhi setiap kebijakan yang diterbitkan.

Selain mengambil langkah di sektor pendidikan, pemerintah kota mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak penurunan kualitas udara terhadap kesehatan.

Orang tua diminta memperhatikan kondisi anak-anak, terutama apabila muncul keluhan kesehatan selama periode paparan udara yang buruk. Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, memiliki riwayat asma atau penyakit jantung, serta kelompok rentan lainnya juga diminta lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan.

Penggunaan masker yang sesuai dan pembatasan aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak menjadi langkah perlindungan yang perlu dipertimbangkan selama kondisi udara belum membaik.

Pemkot Palu turut meminta seluruh satuan pendidikan untuk mengikuti edaran resmi pemerintah sebagai acuan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Perpanjangan pembelajaran daring ini menjadi langkah antisipatif di tengah kondisi udara yang kembali memburuk. Namun, durasi kebijakan selanjutnya akan bergantung pada hasil pemantauan dan evaluasi pemerintah berdasarkan perkembangan kualitas udara.

Dengan demikian, pemulihan kegiatan belajar tatap muka tidak hanya ditentukan oleh jadwal sekolah, tetapi juga oleh pertimbangan keselamatan dan kesehatan peserta didik. (Hms)