Sarara Media
Harhubnas 2026: Keselamatan dan Konektivitas Jadi Pesan Utama dari Sulawesi Tengah
Tuesday, 29 Sep 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

BANGGAI, SARARAMEDIA.ID - Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 di Sulawesi Tengah menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya keselamatan dan konektivitas sebagai fondasi utama pembangunan sektor transportasi. Dari Kabupaten Banggai, pesan tersebut digaungkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui upacara yang berlangsung di Lapangan Mirqan Bukit Halimun, kompleks Kantor Bupati Banggai, Rabu (30/9/2026).

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi. Mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, peringatan Harhubnas tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga refleksi terhadap berbagai tantangan dan capaian sektor transportasi nasional.

Dalam amanatnya, Menteri Perhubungan menyoroti bahwa pembangunan transportasi harus tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Berbagai insiden transportasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, menurutnya, menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai prosedur administratif.

"Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan," demikian amanat Menteri Perhubungan yang dibacakan Gubernur Anwar Hafid.

Pesan tersebut, lanjutnya, harus menjadi pegangan seluruh penyelenggara jasa transportasi. Di satu sisi, operator dituntut berani menghentikan operasional ketika kondisi dinilai tidak aman. Namun di sisi lain, mereka juga harus mampu menghadirkan solusi alternatif agar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, maupun penyaluran bantuan tetap berjalan tanpa hambatan.

Lebih jauh, transportasi dipandang memiliki fungsi strategis yang melampaui urusan kendaraan dan infrastruktur semata. Konektivitas yang baik menjadi penghubung antara pulau dan pulau, kota dan desa, sentra produksi dan pasar, sekaligus membuka akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

Konektivitas yang kuat juga diyakini mampu mempertemukan keluarga yang terpisah jarak, membuka peluang kerja, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, menggerakkan sektor industri, serta memastikan kehadiran pelayanan negara hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Dalam konteks pembangunan daerah, sistem logistik yang efisien dinilai berperan penting dalam menekan biaya distribusi sehingga hasil produksi petani, nelayan, dan pelaku usaha dapat sampai ke tangan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Karena itu, pelayanan transportasi perintis tetap menjadi perhatian utama pemerintah. Akses transportasi di wilayah 3T harus terus dijaga agar masyarakat tidak terisolasi dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Pada saat yang sama, penguatan angkutan massal perkotaan dan sistem logistik modern perlu terus didorong untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Sorotan lain dalam peringatan Harhubnas tahun ini adalah transformasi digital sektor transportasi. Pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan transparansi pengawasan, memperkuat keselamatan perjalanan, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta menciptakan tata kelola logistik yang lebih efektif dan efisien.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perhubungan meluncurkan inovasi digital bertajuk LINTASAN BERANI atau Layanan Integrasi Transportasi dan Angkutan.

Aplikasi ini dirancang sebagai pusat informasi layanan transportasi yang mengintegrasikan berbagai data dan layanan moda transportasi dalam satu platform digital. Melalui sistem tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi transportasi secara lebih cepat, mudah, dan terpadu.

Peluncuran LINTASAN BERANI menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mempercepat digitalisasi layanan publik sektor perhubungan sekaligus memperkuat sistem informasi transportasi yang menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Meski demikian, Menteri Perhubungan mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggeser esensi pelayanan publik yang berorientasi pada manusia. Teknologi, aplikasi, dan infrastruktur hanya akan memberikan manfaat maksimal apabila didukung integritas, kepedulian, serta keberanian aparatur dalam mengambil keputusan yang tepat.

Karena itu, nilai-nilai Lima Citra Manusia Perhubungan diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan diwujudkan dalam budaya kerja sehari-hari, terutama dalam membangun sikap tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, tangguh menghadapi tantangan, dan bertanggung jawab terhadap keselamatan serta keamanan layanan transportasi.

Pada kesempatan tersebut, apresiasi juga diberikan kepada seluruh insan perhubungan yang selama ini bekerja menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di berbagai simpul transportasi, mulai dari bandar udara, pelabuhan, terminal, hingga petugas yang terlibat dalam penanganan bencana dan kecelakaan.

"Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat," demikian pesan Menteri Perhubungan.

Selain peluncuran LINTASAN BERANI, rangkaian Harhubnas ke-55 di Banggai juga diisi dengan kegiatan sosial berupa penyerahan paket sembako kepada masyarakat serta pembagian life jacket atau jaket keselamatan bagi nelayan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya keselamatan transportasi, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.

Upacara Harhubnas 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, para bupati se-Sulawesi Tengah, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, jajaran insan perhubungan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dari Banggai, peringatan Harhubnas ke-55 tidak hanya menjadi ajang refleksi pembangunan transportasi nasional, tetapi juga penegasan komitmen Sulawesi Tengah dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, terhubung, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi demi mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (***)