Sarara Media
Dari Dataran Toili untuk Ketahanan Pangan Nasional, Anwar Hafid Optimistis Produktivitas Petani Meningkat
Wednesday, 09 Sep 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

BANGGAI, SARARAMEDIA.ID - Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Panen Raya Padi dan Tanam Padi dengan metode PM-AAS yang berlangsung di kawasan persawahan dataran Toili, Kabupaten Banggai, Kamis pagi, (10/9/2026) waktu setempat.

Kegiatan yang dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, tersebut menjadi momentum strategis dalam mendorong percepatan transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa, dipilihnya Kabupaten Banggai sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Dataran Toili selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan terbesar di Sulawesi Tengah yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan daerah.

Menurutnya, kehadiran Menteri Pertanian di Kabupaten Banggai merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pertanian di Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah yang memiliki potensi lahan pertanian luas dan produktif.

"Banggai merupakan salah satu lumbung pangan Sulawesi Tengah. Karena itu kami mengajak langsung Menteri Pertanian untuk melihat potensi besar yang dimiliki daerah ini," ujar Gubernur Anwar Hafid di hadapan para petani dan pemangku kepentingan pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banggai, kelompok tani, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan hingga berjalan dengan baik.

Ia menilai kehadiran Menteri Pertanian menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sulawesi Tengah karena menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung kemajuan sektor pertanian.

Dalam laporannya, Anwar Hafid mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan pemerintah saat ini semakin memberikan kepastian bagi petani, mulai dari ketersediaan pupuk hingga stabilitas harga gabah yang lebih terjamin saat musim panen.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi faktor penting yang mampu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan pertanian sekaligus memperkuat upaya peningkatan produksi pangan daerah.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus menindaklanjuti berbagai program strategis Kementerian Pertanian, termasuk penguatan Brigade Pertanian sebagai ujung tombak pelayanan alat dan mesin pertanian bagi masyarakat.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Sulteng telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pertanian yang pengelolaannya akan dilakukan melalui sistem pinjam pakai agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh seluruh petani.

Menurutnya, pola tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh alat pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal, terawat dengan baik, serta tidak hanya digunakan oleh kelompok tertentu.

"Brigade Pertanian harus menjadi fasilitas bersama yang melayani seluruh petani. Dengan demikian pemanfaatan alat pertanian dapat lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas," tegasnya.

Anwar Hafid juga berharap dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan Brigade Pertanian dapat diperluas hingga kawasan timur Sulawesi Tengah, khususnya dataran Toili yang memiliki hamparan sawah yang sangat potensial untuk dikembangkan melalui mekanisasi pertanian.

Di hadapan Menteri Pertanian, Gubernur menegaskan bahwa arah pembangunan pertanian Sulawesi Tengah ke depan harus berorientasi pada pertanian modern berbasis teknologi, efisiensi produksi, dan peningkatan hasil panen.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen menjadikan daerah ini sebagai salah satu kawasan percontohan penerapan pertanian modern di Indonesia.

Salah satu target yang dicanangkan adalah peningkatan produktivitas hingga mencapai 10 ton gabah per hektare. Target tersebut diyakini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

"Produktivitas harus terus ditingkatkan. Jika hasil panen bisa mencapai 10 ton per hektare, maka kesejahteraan petani akan semakin baik," kata Anwar Hafid.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta masyarakat.

Panen Raya Padi dan Tanam Padi metode PM-AAS di dataran Toili tersebut sekaligus menjadi simbol optimisme baru bagi masa depan pertanian Sulawesi Tengah. Kawasan Toili diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi pangan, tetapi juga berkembang sebagai model pengembangan pertanian modern berbasis teknologi dan mekanisasi.

Melalui dukungan pemerintah pusat, penguatan sarana dan prasarana pertanian, ketersediaan pupuk, kepastian harga hasil panen, serta peningkatan produktivitas, sektor pertanian Sulawesi Tengah diharapkan semakin kokoh sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, Bupati Banggai, Wakil Bupati Banggai, unsur Forkopimda Kabupaten Banggai, Ketua DPRD Kabupaten Banggai, pejabat Kementerian Pertanian, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pertanian, para camat, kepala desa, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta masyarakat dan petani dari berbagai wilayah di dataran Toili. (***)