Sarara Media
No Tes, No Ribet! Sekolah Rakyat Sigi Siap Tampung 2.160 Siswa
Sunday, 09 Aug 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Kabupaten Sigi mulai mempersiapkan langkah strategis menjelang pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Salah satu fokus utama yang kini dilakukan adalah verifikasi dan pemutakhiran data masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 sebagai calon penerima manfaat program tersebut.

Informasi itu disampaikan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat SMP 22 CG yang berlangsung di Sentra Nipotowe, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin pagi, (10/8/2026). Hadir pula Ketua DPRD Sigi, Minhar Tjeho dan Kepala Dinas Sosial, Ariyanto yang mendampingi Bupati Sigi.

Pada awak media, Rizal mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat yang direncanakan hadir di Kabupaten Sigi diproyeksikan mampu menampung sekitar 2.160 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menurutnya, berbeda dengan sekolah pada umumnya, penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat tidak menggunakan mekanisme seleksi akademik. Penentuan calon siswa akan mengacu pada basis data kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sigi akan melakukan pemeriksaan dan validasi data secara menyeluruh guna memastikan program tersebut benar-benar menyasar masyarakat yang berhak menerima layanan pendidikan dimaksud.

"Sekolah Rakyat yang akan hadir di Kabupaten Sigi diperkirakan dapat menampung sekitar 2.160 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Oleh karena itu, kami akan melakukan pemeriksaan dan pendataan terkait masyarakat yang masuk desil 1 dan desil 2, karena penerima program ini tidak melalui tes akademik," ujar Rizal.

Lebih lanjut, Rizal menjelaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat berpotensi membawa penyesuaian terhadap sejumlah program bantuan pendidikan yang selama ini dijalankan Pemerintah Kabupaten Sigi, khususnya bantuan yang ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, apabila kebutuhan pendidikan kelompok sasaran telah terakomodasi melalui Program Sekolah Rakyat, maka sejumlah skema bantuan daerah dapat dievaluasi kembali agar alokasi anggaran dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Meski demikian, Rizal menegaskan bahwa akurasi data menjadi faktor penting yang harus dipastikan sejak awal. Pendataan yang valid dinilai menjadi kunci agar seluruh bantuan dan layanan pendidikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria.

Selain meninjau kesiapan program, Rizal juga berkesempatan melihat langsung fasilitas yang tersedia di lingkungan Sekolah Rakyat Sentra Nipotowe. Ia menilai konsep pendidikan yang diterapkan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sekolah reguler karena mengintegrasikan sistem pembelajaran, pembinaan karakter, dan dukungan fasilitas secara terpadu.

Dalam konsep tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh layanan pendidikan formal, tetapi juga mendapatkan fasilitas asrama, konsumsi harian, perlengkapan sekolah, hingga sarana pembelajaran berbasis teknologi digital.

"Metode pembelajaran yang diterapkan sudah memanfaatkan teknologi digital. Para siswa menggunakan perangkat laptop dan smartboard sebagai sarana belajar mengajar," jelasnya.

Menurut Rizal, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Program tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan berkualitas, mengembangkan potensi diri, serta meningkatkan daya saing di masa depan.

Dengan kapasitas ribuan peserta didik dan dukungan fasilitas yang memadai, Pemerintah Kabupaten Sigi optimistis Program Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. (***)