Sarara Media
Hadianto Rasyid Minta Aparat Kewilayahan Lebih Aktif Jaga Stabilitas Sosial
Sunday, 09 Aug 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PALU, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Kota Palu terus memperkuat langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui forum koordinasi bersama jajaran pemerintahan wilayah, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menegaskan pentingnya peran camat dan lurah sebagai garda terdepan dalam mendeteksi serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Hadianto saat memimpin pertemuan bersama seluruh camat dan lurah se-Kota Palu di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Senin (10/8/2026) pukul 10.00 wita.

Dalam arahannya, wali kota menyoroti sejumlah dinamika yang belakangan terjadi di berbagai wilayah, mulai dari tindak kriminalitas, kasus pencurian, hingga konflik antarwarga maupun antarkelompok masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan perhatian serius seluruh perangkat pemerintahan tingkat kecamatan dan kelurahan.

"Keamanan wilayah harus menjadi perhatian bersama. Dalam beberapa waktu terakhir masih ditemukan berbagai kejadian yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, sehingga diperlukan langkah antisipatif sejak dini," ujar Hadianto.

Pada kesempatan itu, wali kota menekankan bahwa penanganan persoalan keamanan tidak boleh bersifat reaktif atau menunggu setelah peristiwa terjadi. Sebaliknya, aparat kewilayahan dituntut mampu membaca situasi, memetakan potensi kerawanan, serta membangun sistem deteksi dini terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi berkembang menjadi konflik.

Menurutnya, camat dan lurah memiliki posisi strategis karena menjadi unsur pemerintahan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari. Oleh karena itu, kemampuan membangun komunikasi yang efektif dan berkelanjutan dengan warga menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Wali kota juga mengingatkan pentingnya memperkuat hubungan sosial antara pemerintah dan masyarakat. Komunikasi yang terjalin dengan baik diyakini mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Selain itu, aparat kewilayahan diminta lebih aktif hadir di tengah masyarakat, tidak hanya ketika terjadi persoalan atau konflik. Kehadiran pemerintah, kata wali kota, harus diwujudkan melalui pendekatan persuasif, edukatif, dan pembinaan berkelanjutan guna menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan lingkungan.

"Komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat akan melahirkan situasi sosial yang lebih sehat. Ketika hubungan itu terbangun dengan kuat, berbagai persoalan dapat diketahui lebih cepat dan diselesaikan secara bersama-sama," tegasnya.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum evaluasi dan penguatan sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, masyarakat, serta unsur terkait lainnya dalam menjaga stabilitas daerah. Pemkot Palu menilai kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mencegah munculnya gangguan keamanan yang dapat menghambat aktivitas masyarakat.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Palu berharap seluruh camat dan lurah semakin optimal menjalankan fungsi kewilayahan, tidak hanya dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan sosial di lingkungan masing-masing.

Dengan penguatan koordinasi, komunikasi, dan deteksi dini yang berkelanjutan, Pemkot Palu optimistis kondisi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif dapat terus terjaga di seluruh wilayah Kota Palu. (IKP)