Sarara Media
42 Ribu Pasang Mata Meriahkan Penutupan FDL 2026, Enau Sukses Hipnotis Danau Lindu
Sunday, 26 Jul 2026 00:00 am
Sarara Media

Sarara Media

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Gemerlap cahaya panggung yang memantul di permukaan Danau Lindu berpadu dengan semarak ribuan pengunjung yang memadati arena festival. Suasana itu menjadi penanda berakhirnya rangkaian Festival Danau Lindu (FDL) 2026 yang berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian masyarakat dari berbagai daerah, bahkan wisatawan mancanegara.

Sedikitnya 42 ribu pasang mata tercatat hadir selama tiga hari pelaksanaan festival. Angka tersebut menjadikan FDL 2026 sebagai salah satu agenda pariwisata dan budaya terbesar di Sulawesi Tengah tahun ini sekaligus mempertegas posisi Danau Lindu sebagai destinasi unggulan yang semakin dikenal di tingkat nasional.

Malam penutupan yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) semakin semarak dengan penampilan penyanyi nasional Enau, pelantun lagu populer Sesi Potret. Kehadirannya sukses menghibur ribuan penonton yang memadati kawasan festival hingga larut malam.

Perhelatan akbar tersebut turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Akbar Supratman, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Rudi Dewanto, Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, Sekretaris Kabupaten Sigi Nuim Hayat, Ketua TP-PKK Sigi, Siti Halwiah, Staf Ahli TP-PKK Sigi, Roro Istanti, para anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, para anggota DPRD Kabupaten Sigi, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, tamu undangan dari berbagai kabupaten dan kota, termasuk perwakilan Dinas Pariwisata dari sejumlah daerah tetangga. Sejumlah wisatawan asing dan turis mancanegara juga tampak membaur menikmati keindahan alam serta kekayaan budaya yang ditampilkan sepanjang festival.

Kesuksesan acara semakin terasa dengan kepiawaian host kondang Budi Acce yang memandu jalannya kegiatan. Tokoh musik asal Sulawesi Tengah yang telah lama berkiprah di Jakarta tersebut berhasil menjaga antusiasme pengunjung sejak awal hingga akhir acara.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mengungkapkan bahwa Festival Danau Lindu 2026 berhasil mencatat capaian yang membanggakan, baik dari sisi jumlah kunjungan maupun dampak ekonomi bagi masyarakat.

Berdasarkan laporan panitia pelaksana melalui sistem pendataan di pintu masuk kawasan festival hingga pukul 18.00 Wita, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 42 ribu orang. Tingginya animo masyarakat tersebut turut mendorong perputaran ekonomi lokal yang diproyeksikan menembus angka Rp2 miliar.

"Perputaran uang selama tiga hari hingga sore tadi tercatat sekitar Rp.1,72 miliar. Malam ini saya yakin angkanya masih terus bertambah dan minimal dapat mencapai Rp.2 miliar," ujar Rizal disambut tepuk tangan pengunjung.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 54 persen dibanding pelaksanaan Festival Danau Lindu pada tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan transaksi ekonomi menjadi indikator bahwa festival tidak hanya menjadi ruang hiburan dan promosi wisata, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM, pedagang, penyedia jasa, hingga masyarakat lokal di kawasan Lindu.

Bupati Rizal menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan festival. Ucapan terima kasih ditujukan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi, Dewan Kesenian Sigi, panitia pelaksana, pemerintah kecamatan dan desa, aparat keamanan, relawan, pelaku usaha, serta seluruh masyarakat Lindu yang menjadi tuan rumah kegiatan.

Lebih dari sekedar agenda pariwisata, Festival Danau Lindu 2026 juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi terhadap pelestarian lingkungan dan pengembangan budaya daerah.

Salah satu langkah konkret yang dihasilkan dalam rangkaian festival adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sigi dan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada terkait pengembangan perdagangan karbon. Kesepakatan tersebut lahir melalui seminar yang melibatkan kalangan akademisi dan Kementerian Kehutanan.

Dari forum tersebut muncul rekomendasi agar Kabupaten Sigi segera menyusun proposal pengelolaan karbon berbasis kawasan hutan di sekitar Taman Nasional Lore Lindu. Program tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Kita tidak hanya menjaga hutan ini, tetapi masyarakat Lindu juga harus mendapatkan manfaat ekonomi dari upaya menjaga kelestarian hutan tersebut," tegas Rizal.

Di bidang kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Sigi juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat identitas daerah melalui pelestarian Tari Rego sebagai salah satu ikon budaya Kabupaten Sigi. Langkah tersebut diyakini mampu memperkaya daya tarik wisata sekaligus memperkuat karakter budaya daerah yang berkelanjutan.

Meski pelaksanaan festival berlangsung sukses, Bupati Rizal mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait infrastruktur dan sarana pendukung pariwisata menuju kawasan Danau Lindu. Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan kawasan wisata tersebut, termasuk penyediaan kapal wisata serta pembukaan jalur alternatif guna mengurai kepadatan arus kendaraan saat festival berlangsung.

Pada malam yang penuh kegembiraan itu, Enau tampil memukau dengan membawakan sejumlah lagu andalannya seperti Negara Lucu, Bersamaku Akan Sedikit Susah, 87, Sudah Tahu Tuhan Kita Berbeda, hingga lagu yang paling dinantikan penonton, Sesi Potret. Ribuan penonton tampak larut bernyanyi bersama, menciptakan suasana hangat yang menjadi penutup sempurna Festival Danau Lindu 2026.

Menutup sambutannya, Bupati Rizal Intjenae menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan yang masih ditemui selama pelaksanaan kegiatan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan kritik, saran, dan masukan konstruktif sebagai bahan evaluasi demi penyelenggaraan festival yang semakin baik pada tahun-tahun mendatang.

Dengan capaian kunjungan mencapai puluhan ribu orang dan perputaran ekonomi yang diproyeksikan menyentuh Rp2 miliar, Festival Danau Lindu 2026 dinilai berhasil menjadi etalase promosi wisata, budaya, dan potensi daerah Kabupaten Sigi. Keberhasilan tersebut semakin memperkuat optimisme bahwa Danau Lindu akan terus berkembang sebagai destinasi unggulan Sulawesi Tengah yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkenalkan warisan budaya lokal ke tingkat Nasional maupun Internasional. (***)