Sarara Media
BAZNAS Akhiri Masa Tanggap Darurat Gempa Sigi, Tinggalkan Jejak Layanan Kemanusiaan di Kamarora
Sunday, 28 Jun 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Setelah hampir dua pekan memberikan layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi mengakhiri masa tanggap darurat bencana di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Senin siang, (29/6/2026) waktu setempat.

Sejak gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada 16 Juni 2026, BAZNAS bergerak cepat dengan menerjunkan tim dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) RI bersama BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah serta BAZNAS kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah, Hattamudin Tamrin, mengatakan kehadiran BAZNAS di lokasi bencana merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada warga yang sedang menghadapi musibah.

Menurutnya, sesaat setelah bencana terjadi, tim BAZNAS langsung melakukan asesmen dan pemetaan kebutuhan masyarakat guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

"Alhamdulillah, sejak musibah terjadi pada 16 Juni lalu, BAZNAS langsung berada di lokasi untuk melakukan pemetaan kebutuhan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Hari ini masa tanggap darurat BAZNAS berakhir dan kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Sigi, yang telah mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan selama kami bertugas," ujar Hattamudin.

Selama menjalankan misi kemanusiaan di Desa Kamarora, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan yang dibutuhkan warga. Di antaranya pelayanan kesehatan, pengoperasian dapur umum yang menyediakan makanan siap saji setiap hari, kegiatan pembersihan rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan, hingga pembangunan sarana ibadah bagi masyarakat setempat.

Hattamudin menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana.

"Kami berterima kasih atas sambutan dan kerja sama yang baik dari seluruh masyarakat dan pemerintah setempat. Apabila selama pelaksanaan pelayanan masih terdapat kekurangan, kami memohon maaf. Semoga seluruh ikhtiar yang dilakukan menjadi amal kebaikan dan bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Camat Nokilalaki, Micail, menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kepedulian BAZNAS selama masa tanggap darurat berlangsung. Menurutnya, kehadiran BAZNAS memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak gempa, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar warga selama berada di pengungsian maupun saat proses pemulihan berlangsung.

"Kami sangat merasakan manfaat dari berbagai bantuan yang diberikan BAZNAS. Sejak awal kejadian hingga hari ini, masyarakat memperoleh dukungan yang sangat berarti, termasuk pembangunan masjid yang kini menjadi sarana ibadah bagi umat Muslim di wilayah kami," katanya.

Ia berharap sinergi antara BAZNAS dan masyarakat Kabupaten Sigi dapat terus berlanjut meskipun masa tanggap darurat telah berakhir. Dukungan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan dinilai masih sangat dibutuhkan untuk membantu percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Dengan berakhirnya masa tanggap darurat tersebut, BAZNAS menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat melalui program-program sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan yang berkelanjutan, khususnya bagi wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian pasca bencana. (***)