
FOTO: (Tengah), Kepala Dinas Kominfo Sigi, Samsir, S.Kom., M.Si. (Dok/IST)
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Sigi menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Sigi untuk memperkuat agenda reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam rangkaian perayaan tersebut, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, secara resmi meluncurkan tiga inovasi strategis yang merupakan hasil Proyek Perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar.
Peluncuran yang berlangsung pada Rabu siang, (24/6/2026) kemarin, tersebut menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi dalam mendorong lahirnya berbagai terobosan yang berorientasi pada pelayanan publik yang lebih efektif, mudah dijangkau, serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Adapun tiga inovasi yang diperkenalkan yakni SIGI Momentum yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sigi, Sipeta Merah Putih dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, serta Lapak NIB yang dikembangkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sigi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sigi, Samsir, mengatakan bahwa inovasi yang lahir melalui proyek perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjawab berbagai tantangan pelayanan publik di era modern.
Menurutnya, peluncuran ketiga inovasi pada momentum hari jadi Kabupaten Sigi menjadi simbol semangat perubahan dan akselerasi pembangunan yang berkelanjutan.
"Ketiga inovasi ini dirancang untuk memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat. Tujuannya bukan sekadar menghadirkan program baru, tetapi memastikan pelayanan publik semakin cepat, mudah, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ucap Samsir di Sigi, Kamis (25/6/2026).
Samsir menjelaskan, SIGI Momentum merupakan inovasi yang berfokus pada percepatan transformasi digital pemerintahan melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Program tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai layanan digital antar perangkat daerah sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih efisien, terukur, dan berbasis data.
Melalui penguatan SPBE, pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, inovasi Sipeta Merah Putih yang diinisiasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, dr. Trieko Stefanus Larope, hadir sebagai program pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang secara khusus menyasar kalangan petani. Program tersebut mengedepankan pendekatan promotif, preventif, dan kuratif guna meningkatkan kualitas kesehatan para petani sebagai salah satu sektor utama penopang perekonomian daerah.
Di sisi lain, DPMPTSP Kabupaten Sigi menghadirkan inovasi Lapak NIB yang digagas oleh Miar Permana Arifianto. Inovasi ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui layanan pendampingan yang cepat, sederhana, dan tanpa pungutan biaya.
Melalui Lapak NIB, pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha yang memiliki legalitas usaha sehingga dapat memperluas akses terhadap berbagai program pemberdayaan ekonomi dan investasi.
Samsir menegaskan, ketiga inovasi tersebut merupakan bukti bahwa aparatur pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan perubahan yang tidak berhenti pada proses pelatihan kepemimpinan semata, melainkan diwujudkan dalam program yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
"Harapan kami, inovasi-inovasi ini dapat terus berkelanjutan dan berkembang menjadi instrumen pelayanan publik yang semakin berkualitas. Dengan dukungan seluruh perangkat daerah dan partisipasi masyarakat, Kabupaten Sigi optimistis mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan". tutupnya. (***)