Sarara Media
Sigi Hari Ini: Kerusakan Bertambah, Penanganan Berlanjut
Tuesday, 23 Jun 2026 00:00 am
Sarara Media

Sarara Media

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Memasuki hari kedelapan masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi, tim gabungan penanganan bencana terus melakukan pendataan dan asesmen di wilayah terdampak. Hasil pemutakhiran data yang dirilis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sigi hingga Selasa malam (23/6/2026), menunjukkan jumlah kerusakan rumah dan warga terdampak masih mengalami peningkatan dibanding laporan sebelumnya.

Berdasarkan laporan berkala Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sigi per pukul 21.00 WITA, total rumah warga yang mengalami kerusakan akibat rangkaian gempa bumi tercatat mencapai 3.037 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 1.979 rumah rusak ringan, 796 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat.
Sebaran kerusakan terbesar ditemukan di sejumlah desa yang berada di wilayah terdampak utama, di antaranya Desa Kamarora A, Uwe Nuni, Tongoa, Kadidia, dan beberapa desa lain yang berada di Kecamatan Nokilalaki serta Palolo.
Selain kerusakan rumah warga, BPBD juga mencatat sedikitnya 113 fasilitas umum mengalami dampak akibat gempa. Fasilitas tersebut meliputi 35 unit sekolah, 29 bangunan masjid, 81 gereja, 19 kantor pemerintahan, 2 bangunan UMKM, 2 rumah adat, 2 bangunan pasar tradisional, 1 tempat gilingan, 2 unit jaringan air bersih dan sejumlah fasilitas pendukung masyarakat lainnya.

Sementara itu, jumlah warga terdampak kini mencapai 9.609 jiwa atau bertambah 326 jiwa dibanding data sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.600 jiwa masih berada di lokasi pengungsian yang tersebar di sejumlah kecamatan terdampak.

Meski kerusakan fisik terus bertambah seiring proses pendataan, BPBD Kabupaten Sigi memastikan hingga laporan terakhir belum terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka berat yang diakibatkan langsung oleh kejadian gempa. Kondisi ini menjadi salah satu indikator bahwa langkah evakuasi dan kesiapsiagaan masyarakat berjalan cukup baik selama masa tanggap darurat.

Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sigi juga mencatat aktivitas gempa susulan masih terjadi dengan berbagai magnitudo. Karena itu, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan struktural.

Pemerintah Kabupaten Sigi bersama BPBD, TNI, Polri, relawan, dan berbagai unsur terkait saat ini terus memfokuskan upaya penanganan pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, percepatan pendataan kerusakan, serta penyusunan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui BPBD dan instansi terkait guna mendukung efektivitas penanganan bencana di wilayah Kabupaten Sigi. (***)