Sarara Media
PSI Peduli Bencana Sigi Hadir di Lembantongoa
Friday, 19 Jun 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Di tengah upaya pemulihan pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi pada 17 Juni 2026, berbagai elemen masyarakat terus bergerak memberikan dukungan bagi warga terdampak. Tidak hanya bantuan kebutuhan dasar, perhatian terhadap pemulihan kondisi psikologis para penyintas, khususnya anak-anak, juga menjadi bagian penting dalam proses penanganan pasca bencana.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah melalui program PSI Peduli membuka posko bantuan kemanusiaan di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Kehadiran tim relawan PSI Peduli ditandai dengan pembukaan posko bantuan di Lapangan Lembantongoa pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Rombongan yang dipimpin langsung Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Moh. Agus Rahmat Lamakarate, tiba di lokasi dengan membawa bantuan kemanusiaan sekaligus menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak penyintas gempa. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang masih mengalami ketakutan dan kecemasan akibat bencana yang mereka alami.

Melalui berbagai permainan edukatif, bernyanyi bersama, interaksi kelompok, hingga pembagian bingkisan, relawan berupaya menciptakan suasana yang lebih hangat dan menyenangkan bagi anak-anak di lokasi pengungsian. Keceriaan yang mulai terlihat dari wajah para peserta menjadi gambaran bahwa pemulihan psikologis sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan fisik para korban bencana.

Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Agus Lamakarate, menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi mental anak-anak yang rentan mengalami dampak psikologis pascagempa.

"Trauma healing ini kami lakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak gempa. Melalui kegiatan bermain dan interaksi yang menyenangkan, kami berharap mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, serta perlahan mengurangi rasa takut yang muncul setelah bencana," ujarnya.

Menurut Agus, proses pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan logistik, tetapi juga harus menyentuh aspek emosional dan mental masyarakat terdampak agar mereka dapat bangkit kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimistis.

Selain menggelar trauma healing, PSI Peduli juga menyiapkan sebanyak 2.000 paket bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan kepada warga Desa Lembantongoa yang tersebar di lima dusun. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat berlangsung.

Penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan relawan PSI Peduli bersama pengurus partai di tingkat provinsi maupun Kabupaten Sigi guna memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Untuk mendukung kebutuhan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian, PSI Peduli juga mendirikan dapur umum di kawasan posko bencana. Dapur umum tersebut disiapkan untuk menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat yang terdampak langsung akibat gempa maupun warga yang masih menempati tenda-tenda pengungsian.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Kabupaten Sigi, Iswadi Repadjori, yang mengoordinasikan kegiatan lapangan, menegaskan bahwa seluruh relawan PSI Peduli akan tetap berada di lokasi selama masa tanggap darurat guna mendampingi masyarakat.

"Tim PSI Peduli akan menginap di Lapangan Lembantongoa. Kami ingin hadir lebih dekat dengan warga, membantu kebutuhan mereka, sekaligus memberikan dukungan moril agar para penyintas tetap kuat dan optimistis menghadapi situasi ini," katanya.

Menurut Adi, kehadiran relawan bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.

"Kami ingin memastikan warga tidak merasa sendiri. Semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga. Kami berharap masyarakat tetap kuat, saling mendukung, dan yakin bahwa kondisi akan segera pulih," tambahnya.

Melalui kegiatan trauma healing, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pengoperasian dapur umum, PSI Peduli berupaya menghadirkan dukungan yang menyentuh kebutuhan fisik maupun psikologis para penyintas gempa di Lembantongoa. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan harapan warga untuk bangkit setelah bencana. (***)