Sarara Media
Kajati-Bupati Parigi Moutong Panen Jagung Bersama, Dorong Kemandirian Pangan Berkelanjutan
Sunday, 14 Jun 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PARIGI MOUTONG, SARARAMEDIA.ID - Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menggelar Panen Raya Jagung di Desa Lobu, Kecamatan Parigi Barat, Senin (15/6/2026) pagi, sebagai hasil dari program pengembangan pertanian yang telah berjalan sejak awal tahun.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, Wakil Bupati Abdul Sahid, Ketua DPRD, Alfres Masboy Tonggiroh, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, pengurus BUMDes, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Panen raya yang berlangsung di lahan pertanian Kelompok Tani Meringah Lobu Mandiri itu menjadi bukti keberhasilan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), penyuluh pertanian, dan petani dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Kajati Zullikar Tanjung menegaskan bahwa program pengembangan jagung di Desa Lobu bukanlah kegiatan yang bersifat seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Karena itu, seluruh potensi lahan produktif yang masih belum dimanfaatkan perlu dioptimalkan agar mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dimulai sebelumnya. Ke depan harus terus dikembangkan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan Nasional," ujar Kajati.

Ia juga mengajak pemerintah desa, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan sektor pertanian. Di hadapan para petani, Kajati turut membagikan kisah kehidupannya yang berasal dari keluarga petani sederhana hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, profesi petani merupakan pilar penting dalam pembangunan bangsa karena dari sektor pertanian lahir generasi-generasi yang kelak menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan.

Sementara itu, Bupati Erwin Burase menilai panen raya tersebut merupakan hasil nyata kerja bersama berbagai pihak dalam mengelola potensi pertanian daerah.

Ia menyebut Kabupaten Parigi Moutong selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar di Sulawesi Tengah, dengan wilayah penghasil utama tersebar di Kecamatan Bolano, Bolano Lambunu, Toribulu, Ongka Malino, hingga Parigi Barat.

"Panen raya ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah, BUMDes, kelompok tani dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat yang besar bagi peningkatan kesejahteraan petani," kata Erwin.

Bupati berharap keberhasilan yang dicapai Desa Lobu dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan lahan tidur yang masih tersedia sehingga produktivitas pertanian terus meningkat.

Pada kesempatan tersebut, Erwin juga memberikan apresiasi kepada BUMDes Lobu Mandiri yang dinilai aktif mendukung pengembangan usaha pertanian masyarakat. Ia menegaskan bahwa BUMDes harus terus didorong menjadi lembaga ekonomi desa yang profesional, mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.

Selain memperkuat peran BUMDes, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga mendorong percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat desa. Hingga pertengahan tahun 2026, sekitar 50 desa dari total 278 desa di Parigi Moutong telah membentuk koperasi tersebut dan jumlahnya terus bertambah.

Bupati optimistis sinergi antara BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih akan membuka peluang usaha yang lebih luas, memperkuat akses permodalan, sekaligus mendukung pengembangan sektor pertanian secara berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan industri olahan berbasis jagung guna meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru serta memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar bagi para petani.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Ketahanan Pangan menyerahkan bantuan benih jagung kepada Kelompok Tani Fatulimbo bersama Pemerintah Desa Lobu sebagai bentuk dukungan terhadap perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas pertanian.

Panen raya yang dilaksanakan kali ini merupakan tindak lanjut dari program penanaman jagung yang dimulai pada 12 Februari 2026 dengan dukungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Kejaksaan Negeri Parigi Moutong, dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Ketahanan Pangan.

Lahan yang dikelola Kelompok Tani Meringah Lobu Mandiri memiliki luas sekitar lima hektare, dengan empat hektare di antaranya berhasil dipanen dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan hasil ubinan, produksi jagung pipil basah mencapai 14.230 kilogram atau setara sekitar 10 hingga 14 ton jagung pipil kering per hektare.

Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan pemanfaatan benih jagung varietas NK 212 yang didukung pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani.

Kegiatan kemudian ditutup dengan panen jagung bersama oleh Kajati Sulawesi Tengah, Bupati Parigi Moutong, unsur Forkopimda, dan para petani. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, sektor pertanian Parigi Moutong diharapkan semakin berkembang, mampu meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah dan Nasional. (IKP)