Sarara Media
Groundbreaking Jalan Palu-Kulawi Patahkan Tudingan Pemerintah Tak Peduli Infrastruktur Sigi
Saturday, 06 Jun 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Berbagai komentar dan tudingan yang selama ini beredar di media sosial mengenai kondisi Jalan Palu-Kulawi akhirnya mendapat jawaban langsung dari Pemerintah Kabupaten Sigi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Selama beberapa bulan terakhir, muncul berbagai narasi yang mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur, bahkan tidak sedikit yang menuding Bupati-Wakil Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae dan Samuel Yansen Pongi maupun Gubernur-Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid dan dr. Reny A Lamadjido tidak serius memperjuangkan perbaikan jalan yang menjadi urat nadi masyarakat Kabupaten Sigi tersebut.

Namun, tudingan itu perlahan terpatahkan setelah dilaksanakannya groundbreaking atau peletakan batu pertama pekerjaan rekonstruksi Ruas Jalan Palu-Kulawi dalam Program Berani Lancar yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Minggu pagi, (7/6/2026) waktu setempat.

Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan senilai Rp.604,8 miliar yang tersebar di berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid bersama Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, Wakil Bupati Poso, Soeharto Kandar, anggota beberapa DPRD Sulawesi Tengah dari Dapil Sigi-Donggala, pimpinan DPRD Sigi, unsur Forkopimda, kepala OPD provinsi dan kabupaten, serta ratusan masyarakat yang turut menyaksikan dimulainya pekerjaan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae secara terbuka menjawab berbagai kritik yang selama ini diarahkan kepada pemerintah terkait lambannya pembangunan Jalan Palu-Kulawi. Menurut Rizal, banyak masyarakat yang belum memahami bahwa sebuah proyek infrastruktur besar harus melalui tahapan panjang mulai dari perencanaan, penganggaran, pembahasan bersama DPRD, hingga proses tender yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

"Sering muncul komentar di media sosial yang mempertanyakan mana Jalan Palu-Kulawi yang dijanjikan. Hari ini saya jawab, inilah Jalan Palu-Kulawi yang mulai dikerjakan. Pembangunan tidak bisa selesai dalam sehari. Ada proses yang harus dilalui sesuai aturan," tegas Rizal.

Ia mengaku cukup terganggu dengan berbagai narasi yang seolah menggambarkan pemerintah tidak bekerja, padahal di balik layar terdapat perjuangan panjang untuk menghadirkan anggaran pembangunan di tengah kondisi fiskal yang tidak mudah.

Rizal menjelaskan bahwa kapasitas fiskal Kabupaten Sigi sangat terbatas. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sigi yang relatif kecil membuat pembangunan infrastruktur strategis tidak mungkin hanya mengandalkan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, kata dia, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan pemerintah pusat menjadi kunci percepatan pembangunan.

"Harus dipahami bahwa kemampuan daerah sangat terbatas. Karena itu kami terus membangun komunikasi, melakukan lobi dan memperjuangkan bantuan dari provinsi maupun pusat agar kebutuhan masyarakat bisa diwujudkan," ujarnya.

Bupati Sigi juga menepis anggapan bahwa dirinya tidak peduli terhadap kondisi daerah hanya karena sering berada di Jakarta. Menurutnya, berbagai kunjungan ke ibu kota justru dilakukan untuk memperjuangkan program-program pembangunan bagi masyarakat Sigi.

"Kalau saya ke Jakarta bukan untuk jalan-jalan. Saya datang untuk memperjuangkan anggaran dan program pembangunan bagi masyarakat Sigi. Kalau tidak ada perjuangan ke pusat, pembangunan tidak akan berjalan seperti yang kita lihat hari ini," katanya.

Rizal mengungkapkan bahwa sejak awal menjabat, salah satu prioritas yang langsung diperjuangkannya adalah perbaikan ruas Palu-Kulawi karena kondisi jalan tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat dan bahkan menimbulkan kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

Selain Palu-Kulawi, Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mendorong pembukaan akses menuju sejumlah wilayah terpencil yang selama ini masih mengalami keterisolasian.
Menurutnya, pembangunan jalan bukan sekedar membangun infrastruktur fisik, tetapi membuka peluang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan investasi bagi masyarakat.

"Daerah tidak akan maju kalau aksesnya tidak dibuka. Jalan adalah pintu masuk pembangunan," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang dijalankan pemerintah bukanlah proyek pencitraan, melainkan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

Menurut Anwar, seluruh anggaran yang digunakan berasal dari uang rakyat sehingga harus dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang nyata.

"Ini bukan soal popularitas dan bukan mencari pujian. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Uang rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat yang bisa dirasakan," kata Anwar.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan senilai Rp.604,8 miliar tersebut tetap dilaksanakan meskipun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menghadapi tekanan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran Nasional.
APBD Provinsi Sulawesi Tengah yang sebelumnya berada pada kisaran Rp.5,7 triliun mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp.4,3 triliun. Namun pemerintah tetap berupaya memastikan program prioritas, khususnya pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, tidak terhenti.

Untuk itu, pemerintah melakukan penghematan pada berbagai belanja operasional dan perjalanan dinas agar ruang fiskal tetap tersedia bagi kebutuhan masyarakat.

"Kami melakukan efisiensi, tetapi pembangunan untuk rakyat tidak boleh berhenti. Jalan harus dibangun dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan," ujarnya.

Anwar menegaskan bahwa keberadaan jalan yang baik memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat karena memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan aktivitas perdagangan antarwilayah. Program Berani Lancar tahun 2026 sendiri mencakup 24 paket pekerjaan jalan dan jembatan yang tersebar di Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Morowali Utara, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Tojo Una-Una, dan Tolitoli.

Salah satu prioritas utama adalah rekonstruksi ruas Palu-Kulawi yang selama bertahun-tahun menjadi jalur vital penghubung masyarakat Kabupaten Sigi dengan ibu kota provinsi.

Di akhir sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengajak masyarakat ikut mengawasi seluruh pekerjaan yang sedang berjalan agar kualitas pembangunan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan bahwa seluruh proyek akan mendapatkan pendampingan dari aparat pengawas dan aparat penegak hukum guna menjamin transparansi serta akuntabilitas penggunaan anggaran.

Dengan dimulainya pekerjaan rekonstruksi ruas Palu-Kulawi dan sejumlah proyek strategis lainnya, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi terjebak pada narasi yang menyesatkan atau informasi yang tidak utuh. Sebaliknya, masyarakat diajak melihat langsung fakta bahwa pembangunan sedang berjalan dan terus diperjuangkan melalui kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, DPRD, dan pemerintah pusat demi mewujudkan konektivitas yang lebih baik serta pemerataan pembangunan di Sulawesi Tengah. (***)