Sarara Media
Kenalkan Ikon Budaya Baru, Dekranasda Parigi Moutong Unjuk Potensi UMKM dan Tenun Bomba Saga
Saturday, 06 Jun 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Parigi Moutong memanfaatkan ajang Pameran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkenalkan motif tenun khas daerah bernama Bomba Saga sebagai identitas budaya baru Kabupaten Parigi Moutong.

Pameran yang dipusatkan di kawasan Taman Likuifaksi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sabtu (6/6/2026) sore, menjadi momentum strategis bagi Dekranasda Parigi Moutong untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus produk unggulan UMKM kepada masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.

Ketua Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, mengatakan keikutsertaan daerahnya dalam pameran tersebut tidak hanya bertujuan memasarkan produk UMKM, tetapi juga memperkenalkan warisan budaya yang menjadi simbol baru daerah.

Menurutnya, motif tenun Bomba Saga resmi diperkenalkan pada tahun 2025 setelah melalui proses panjang yang melibatkan sayembara desain, kajian akademik, hingga penetapan filosofi budaya yang melekat pada motif tersebut.

"Bomba Saga bukan sekadar motif tenun, tetapi merupakan representasi identitas budaya Parigi Moutong yang mengandung nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal yang ingin terus kami lestarikan," ujar Hestiwati.

Ia menjelaskan, kata Saga merupakan akronim dari Sambulu Gana, sebuah filosofi lokal yang kemudian diwujudkan dalam motif tenun dengan karakter khas dan nilai estetika yang mencerminkan jati diri masyarakat Parigi Moutong.

Selain menampilkan koleksi kain tenun Bomba Saga, stan Dekranasda Parigi Moutong juga menghadirkan berbagai produk unggulan UMKM yang menarik perhatian pengunjung. Produk-produk tersebut meliputi madu murni, Virgin Coconut Oil (VCO), briket ramah lingkungan, durian khas Parigi Moutong, serta beragam kerajinan tangan hasil karya pelaku usaha lokal.

Keberagaman produk yang dipamerkan menjadi bukti komitmen daerah dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.

"Pameran ini menjadi sarana promosi yang sangat efektif. Kami berharap produk-produk unggulan Parigi Moutong semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar, baik di tingkat regional maupun Nasional," katanya.

Hestiwati juga mengungkapkan bahwa saat ini produksi kain bermotif Bomba Saga masih melibatkan penenun dari luar daerah. Namun demikian, Dekranasda Parigi Moutong telah menyiapkan langkah strategis untuk membangun kemandirian industri tenun di daerah.

Melalui program pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan, Dekranasda berupaya meningkatkan kapasitas penenun lokal agar mampu memproduksi kain Bomba Saga secara mandiri. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.

"Kami ingin ke depan seluruh proses produksi Bomba Saga dapat dikerjakan oleh para penenun lokal Parigi Moutong. Dengan begitu, manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sementara nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang". pungkasnya.

Pameran UMKM MTQ XXXI Sulawesi Tengah yang digelar oleh Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah tersebut diikuti oleh 13 kabupaten dan kota. Kegiatan ini menjadi wadah promosi produk unggulan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Sulawesi Tengah. (IKP)