
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Pameran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dimanfaatkan secara maksimal oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sigi untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.
Pameran yang berlangsung di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Likuidasi, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, dan resmi dibuka pada Sabtu sore, (6/6/2026) itu menampilkan beragam hasil karya pelaku UMKM dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.
Ketua Dekranasda Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, mengatakan keikutsertaan Kabupaten Sigi dalam pameran tersebut merupakan upaya strategis untuk memperluas promosi produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pengembangan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi melalui kegiatan pameran yang menghadirkan produk-produk unggulan daerah.
"Pameran ini menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Kabupaten Sigi kepada masyarakat Sulawesi Tengah. Melalui kegiatan ini, UMKM kita memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan pemasaran dan memperkenalkan kualitas produknya kepada lebih banyak pengunjung," ujar Siti Halwiah saat meninjau stan pameran.
Ia menjelaskan, berbagai produk khas Kabupaten Sigi yang ditampilkan dalam pameran tersebut antara lain Batik Palili, kain tenun tradisional, kerajinan anyaman rotan, serta aneka produk kreatif berbahan dasar kelapa, mulai dari batok hingga bagian batang yang telah diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Beragam produk tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa Kabupaten Sigi memiliki potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang dan mampu menghasilkan produk dengan karakter khas daerah.
"Potensi UMKM Sigi sangat besar. Kita memiliki banyak produk yang unik dan memiliki identitas lokal yang kuat. Ini perlu terus diperkenalkan agar semakin dikenal oleh masyarakat maupun pasar yang lebih luas," katanya.
Meski demikian, Siti Halwiah menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk tetap menjadi perhatian utama. Menurutnya, pelaku UMKM harus terus berinovasi agar mampu bersaing dengan produk dari daerah lain, baik dari sisi desain, kualitas bahan, maupun kemasan.
Ia menilai daya saing produk tidak hanya ditentukan oleh keunikan, tetapi juga oleh konsistensi kualitas yang mampu memenuhi kebutuhan pasar modern.
"Produk lokal kita memiliki potensi yang besar, namun kualitas harus terus ditingkatkan. Semakin baik mutu dan inovasi yang dihasilkan, maka semakin tinggi pula nilai jual produk tersebut. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku UMKM harus terus dilakukan," jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan UMKM, Dekranasda bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi terus menyiapkan berbagai program pembinaan dan pendampingan. Salah satu program yang akan segera dilaksanakan adalah pelatihan bagi para penenun guna meningkatkan kualitas serta variasi produk tenun daerah.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan para pengrajin dalam menghasilkan produk yang lebih kompetitif dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Pada kesempatan itu, Siti Halwiah juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi area pameran selama pelaksanaan MTQ berlangsung. Menurutnya, dukungan masyarakat melalui kunjungan maupun pembelian produk menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM lokal.
"Kami mengajak masyarakat Kabupaten Sigi dan seluruh pengunjung MTQ untuk datang melihat langsung produk-produk unggulan yang dipamerkan. Dengan mengenal dan membeli produk lokal, kita turut membantu pengembangan UMKM serta memperkuat perekonomian daerah". pungkasnya. (***)