
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Kecamatan Tanambulava mencatatkan capaian penting dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sigi. Dari delapan kecamatan yang ada, Tanambulava menjadi wilayah pertama yang berhasil menuntaskan seluruh tahapan Rembuk Stunting sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027.
Seluruh desa di Kecamatan Tanambulava telah menyelenggarakan dan menyelesaikan kegiatan rembuk stunting. Capaian tersebut menjadikan kecamatan ini sebagai yang tercepat dalam merampungkan agenda perencanaan pembangunan desa berbasis kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan Rembuk Stunting melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari Tenaga Ahli Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Kepala Puskesmas Kamaipura, tenaga gizi, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK kecamatan dan desa, hingga unsur masyarakat seperti tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta keluarga yang memiliki balita stunting.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sigi, pelaksanaan Rembuk Stunting di sejumlah kecamatan lainnya masih berlangsung secara bertahap. Sebagian baru menyelesaikan beberapa desa, sementara desa-desa lainnya masih dalam proses pelaksanaan.
Berbeda dengan wilayah lain, Kecamatan Tanambulava telah menuntaskan kegiatan tersebut di seluruh desa yang ada, yakni lima desa dari total lima desa di wilayah kecamatan tersebut.
Camat Tanambulava, Suaib, menjelaskan bahwa Rembuk Stunting bukan sekadar forum pembahasan penanganan balita stunting, tetapi juga menjadi wadah sinkronisasi program pembangunan desa yang menyentuh berbagai aspek kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan rembuk tahun ini diintegrasikan dengan program penanggulangan kemiskinan ekstrem serta penguatan layanan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga hasil yang diperoleh dapat menjadi acuan dalam penyusunan program prioritas desa tahun mendatang.
"Tanambulava telah menuntaskan seluruh pelaksanaan Rembuk Stunting RKPDes 2027 sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting, penanggulangan kemiskinan ekstrem, serta penguatan layanan Posyandu 6 SPM bagi kader, bidan desa, dan tenaga kesehatan Puskesmas Kamaipura," ujar Suaib, Sabtu (6/6/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam proses rembuk diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih partisipatif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan riil warga desa.
Melalui hasil kesepakatan yang telah dirumuskan, pemerintah desa diharapkan dapat mengalokasikan program dan anggaran secara lebih efektif untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, memperkuat pelayanan Posyandu, serta mendorong percepatan penurunan angka stunting di wilayah masing-masing.
Dengan capaian tersebut, Kecamatan Tanambulava tidak hanya menjadi kecamatan pertama yang menuntaskan Rembuk Stunting untuk penyusunan RKPDes 2027, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung agenda pembangunan manusia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Sigi. (***)